“Wahai manusia…jangan engkau menjadi orang yang terlambat dalam bertaubat, membumbung angan-angan dan mengharap kenikmatan hidup di akhirat tanpa amal.
Berkata seperti ahli ibadah, beramal seperti orang munafik…
Jika diberi karunia tidak pernah mau menerima apa adanya. Jika tidak diberi tidak mau bersabar.
Mengajak berbuat baik pada orang lain tapi ia sendiri mengabaikannya. Mencegah orang lain agar tidak berbuat nista, sementara ia sendiri melakukannya.
Mencintai orang yang suka berbuat baik, namun ia sendiri tidak termasuk di dalamnya. Membenci orang yang bersikap hipokrit, padahal ia termasuk di dalamnya.
Mengatakan sesuatu yang tidak ia perbuat dan melakukan apa yang ia cegah. Menuntut orang lain memenuhi janji, namun ia sendiri mengkhianatinya.
Wahai manusia! dalam setiap pergantian hari, sesungguhnya bumi selalu berkata kepadamu.
Wahai manusia! Engkau berjalan di atas punggungku. Kemudian jenazahmu ditaruh di dalam perutku. Engkau makan sesuka hatimu di atas punggungku dan setelah itu ulat-ulat memakan bangkaimu di dalam perutku.
Wahai manusia! sungguh aku ini adalah sarang binatang buas, rumah saling menuntut, rumah tempat tinggal bersama, rumah kegelapan, sarang ular dan kalajengking. Maka hendaknya engkau membangun diriku, bukan justru memporak-porandakan diriku.”
dikutip dari buku “Peringatan-Peringatan Ilahi Dalam Hadis Qudsy-Imam al-Ghazali”






JazakiLlah Shofy, tausiyahnya
syukron ya ukhti
assalamu’alaikum
subhanALAH tulisan yg sangat bgs.
moga bisa jadi bahan untuk introspeksi diri…..
jazakilah ukh…………
salam kenal juga yach
afwan..itu dari surat apa ya ukh….?
subhanallah…kata-kata yang sangat menggugah hati dan jiwa….syukran y uhkti;_)
subhanaALLAHhhh….
subhanalloh,, saya sangat terkesan sekali dengan kata2nya,,, mudah2n jadi muhasabah,,bagi diri saya sendiri,,,,
s’moga hati kita dapat bening kembali
mudah2n kita bisa bermuhasabah setiap saat,, agar slalu dapat mengingat Alloh
kalimat yang indah berasal dari lidah yang terjaga.
subhanalloh,tulisan yang sangat bermanfaat,…membuka mata hatiku
semoga dapat menggugah semangat yng saat ini sedang terkapar tiada daya……amiin
Syukron jazila ya ukhti/akhi..
Subhanallah… Bermanfaat bgt nie untuk menyadarkan diri kta.. Semoga kta tdak termasuk yg telah disebutkan tdii.. Amiien
Seorang ulama’ mursyid bermadah “Masa itu adalah umur kita, kalau kita tidak mengisi masa dengan sebaik-baiknya bererti kita telah mensia-siakan umur kita”.
Tempoh perjalanan kehidupan di dunia ini cukup singkat. Mungkin kita rasa hidup 60 atau 70 tahun sebagai suatu masa yang agak panjang. Namun hakikatnya kebanyakan kita lebih banyak membuang usia sia-sia berbanding menggunakan setiap detik yang ada dengan penuh manfaat.
Belayar di lautan kehidupan, biarpun tidak tahu ke mana arah yang hendak di tuju. Kita ini telah diarah jalan mana yang harus dituju. Telah disediakan kemudi, telah diberi pendayung. Cuma tinggal untuk melayarkan bahtera kehidupan sahaja.