<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>bening hati...</title>
	<atom:link href="http://shaffiyah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://shaffiyah.wordpress.com</link>
	<description>Menuju Cinta ILAHI... Menjadi Insan RABBANI</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 18:25:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='shaffiyah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/9dcabd86b261354a138bd5cf0f32281a?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>bening hati...</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://shaffiyah.wordpress.com/osd.xml" title="bening hati..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://shaffiyah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lelah, Teramat Lelah&#8230;</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/11/01/lelah-teramat-lelah/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/11/01/lelah-teramat-lelah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 10:32:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[copas]]></category>
		<category><![CDATA[harokah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=784</guid>
		<description><![CDATA[Lelah. Mata ini lelah. Selalu terjaga, takut tertidur dan lengah. Jangan, jangan pejamkan mata, karena tugasmu berjaga. Tengah malam gelap gulita, mata ini masih terjaga. Berkhalwat khusyuk di kesunyian, munajat kepada Dia Yang Maha Perkasa. Memohon kekuatan, kemampuan, keteguhan, ketegaran, dalam perjalanan dakwah yang amat panjang tak terkira. Pagi-pagi buta, mata ini tetap terjaga, jangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=784&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/11/mengapa-harus-menangis.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-785" title="mengapa harus menangis" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/11/mengapa-harus-menangis.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p>Lelah. Mata ini lelah. Selalu terjaga, takut tertidur dan lengah. Jangan, jangan pejamkan mata, karena tugasmu berjaga. Tengah malam gelap gulita, mata ini masih terjaga. Berkhalwat khusyuk di kesunyian, munajat kepada Dia Yang Maha Perkasa. Memohon kekuatan, kemampuan, keteguhan, ketegaran, dalam perjalanan dakwah yang amat panjang tak terkira. Pagi-pagi buta, mata ini tetap terjaga, jangan sampai umat terlanda bahaya dan bencana pada saat kita lengah menjaga mereka. Siang terang benderang, mata ini selalu terjaga, melakukan hal terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.</p>
<p><span id="more-784"></span>Lelah. Pikiran ini sangat lelah. Tak pernah berhenti mencerna ayat-ayat yang dibentangkanNya di alam semesta. Selalu berpikir, selalu menganalisa peristiwa, selalu merangkai kejadian di depan mata. Merancang strategi, taktik, upaya, cara dan sarana. Memetakan potensi para aktivis yang selalu setia bekerja dimanapun mereka berada. Memetakan jalan bagi kemenangan perjuangan, meretas kejayaan pergerakan. Memikirkan masa depan masyarakat, bangsa dan negara. Memikirkan rencana strategis, membangun peradaban masa depan yang gilang gemilang.<a href="http://shaffiyah.wordpress.com/?attachment_id=1785" rel="attachment wp-att-1785"><img title="gambar : google" src="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/10/lelah-3.jpg" alt="" width="390" height="293" /></a></p>
<p>Lelah. Jiwa ini sungguh lelah. Setiap hari disuguhi konflik, kerusuhan, permusuhan, penyimpangan, dan penyelewengan dimana-mana. Setiap saat dihadapkan pada persoalan-persoalan kehidupan yang kian kompleks dan kian merata. Satu persoalan bangsa belum selesai diurai, muncul persoalan berikutnya. Satu konflik belum selesai dilerai, muncul konflik di tempat lainnya. Satu kasus belum selesai diungkapkan kebenarannya, telah menyusul kasus-kasus sekian banyaknya. Persoalan internal bertumpuk, pada saat yang sama harus tampil tegar menghadapi persoalan eksternal. Persoalan keluarga mengemuka, pada saat harus menyelesaikan persoalan bangsa dan negara.</p>
<p>Lelah. Tubuh ini teramat lelah. Tubuh yang jarang dipenuhi hak-haknya. Kapan sempat olah raga, kapan sempat refresing dengan keluarga, kapan sempat bercengkerama dalam suasana luang, kapan sempat istirahat. Teramat sering para aktivis diistirahatkan oleh Tuhan Yang Maha Penyayang, karena dirinya tidak sempat beristirahat. Tubuh kian lemah, karena dipaksa terus bekerja, melakukan hal terbaik yang bisa dikontribusikan di jalan kebaikan. Terlalu sering tidak sempat memenuhi hak-hak tubuh, sementara ia harus selalu bekerja pagi, siang, sore dan malam. Terlalu sering tubuh dipaksa melakukan kerja di luar batas kesanggupannya, karena sangat ingin memenuhi kewajiban di jalan perjuangan.</p>
<p><a href="http://shaffiyah.wordpress.com/?attachment_id=1791" rel="attachment wp-att-1791"><img title="gambar : google" src="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/10/lelah-5.jpg" alt="" width="309" height="320" /></a></p>
<p>Lelah. Kaki ini tak terperikan lelahnya. Menyusuri jalan terjal mendaki, berliku, penuh duri dan bebatuan keras. Jalan ini harus ditempuh, karena hanya ini yang akan membawa mencapai tujuan. Tak ada jalan lain, tak ada jalan pintas. Kaki yang tak pernah berhenti melangkah, menapaki jalan Kenabian, menapaki jalan para pejuang, menapaki jalan para pahlawan. Menapaki jalan yang akan membawa umat kepada peradaban mulia.</p>
<p>Lelah. Tangan ini sangatlah lelah. Melakukan kerja-kerja sosial, membaktikan karya bagi umat, menciptakan prestasi untuk negeri. Tangan ini selalu peduli, berbagi, memberi, dan berkontribusi. Tangan yang selalu kreatif menorehkan kerja nyata bagi masyarakat. Tangan yang selalu bermanfaat untuk membantu yang lemah, menolong yang resah, merangkul yang gelisah. Tangan yang selalu terbuka untuk menampung berbagai keluh kesah, dan siap memberikan bantuan bagi yang memerlukan.</p>
<p>Lelah. Diri ini teramat lelah. Semua potensi diri telah disumbangkan untuk melakukan yang terbaik. Terus bekerja, terus berkarya, terus berbuat untuk kejayaan Indonesia. Namun yang kita dapatkan adalah cemoohan. Sering yang kita dapatkan adalah caci maki dan sumpah serapah. Tak jarang yang kita temui adalah lontaran kebencian dan permusuhan. Lelah, rasanya telah habis semua tenaga, tak ada lagi yang tersisa, kendati kerja belum usai, belum juga tampak hasilnya.</p>
<p>Lelah. Di titik inilah kebahagiaan membuncah. Pada puncak kelelahan inilah kenikmatan benar-benar kita rasakan bak bunga merekah. Usapan lembut ayat-ayat Qur’an, “Jika kamu mendapatkan luka, maka sesungguhnya merekapun mendapatkan luka yang sama”, terasa masuk ke relung jiwa. Sangat dalam, dan sangat berkesan.</p>
<p>Sangat sejuk ungkapanNya sampai ke dalam dasar samudera jiwa, “Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka. Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.</p>
<p><a href="http://shaffiyah.wordpress.com/?attachment_id=1792" rel="attachment wp-att-1792"><img title="gambar : google" src="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/10/lelah-44.jpg" alt="" width="717" height="538" /></a></p>
<p>Bukan hanya kamu yang lelah. Jangan GR. Mereka juga lelah, semua juga lelah. Tetapi, apakah kelelahanmu di jalan kebenaran ? Apakah lelahmu di jalan Kenabian ? Apakah lelahmu di jalan Tuhan Yang Penyayang ?</p>
<p>Jika lelahmu di jalan Tuhan, masih adakah artinya menghitung jumlah lelah ? Masih perlukah mengeluhkan kelelahan ? Masih adakah keperluanmu membuat perhitungan dengan kelelahan ?</p>
<p><a href="http://shaffiyah.wordpress.com/?attachment_id=1787" rel="attachment wp-att-1787"><img title="gambar : google" src="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/10/lelah-2.jpg" alt="" width="550" height="367" /></a></p>
<p>Rabu, 19 Oktober 2011</p>
<p>Usai Rapat di Markaz Dakwah</p>
<p>By: Udz. Cahyadi Takariawan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/784/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=784&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/11/01/lelah-teramat-lelah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/11/mengapa-harus-menangis.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mengapa harus menangis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/10/lelah-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar : google</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/10/lelah-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar : google</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/10/lelah-44.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar : google</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/10/lelah-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar : google</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Bisa Menikmati Indahnya Dakwah</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/11/01/agar-bisa-menikmati-indahnya-dakwah/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/11/01/agar-bisa-menikmati-indahnya-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 10:26:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[copas]]></category>
		<category><![CDATA[harokah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[Engkau hanya memerlukan kesadaran, bahwa yang engkau lakukan seluruhnya dalam dakwah ini adalah untuk Allah. Kerjamu untuk Allah. Keringatmu untuk Allah. Waktu yang engkau habiskan untuk Allah. Harta yang engkau alokasikan dalam dakwah adalah untuk Allah. Pikiran yang engkau curahkan untuk Allah. Tenaga yang engkau sumbangkan untuk Allah. Berjalanmu dalam melakukan semua kegiatan, berangkat dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=780&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/11/nature_other_green_park_011482_.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-781" title="nature_other_green_park_011482_" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/11/nature_other_green_park_011482_.jpg?w=614&#038;h=460" alt="" width="614" height="460" /></a></p>
<p>Engkau hanya memerlukan kesadaran, bahwa yang engkau lakukan seluruhnya dalam dakwah ini adalah untuk Allah. Kerjamu untuk Allah. Keringatmu untuk Allah. Waktu yang engkau habiskan untuk Allah. Harta yang engkau alokasikan dalam dakwah adalah untuk Allah. Pikiran yang engkau curahkan untuk Allah. Tenaga yang engkau sumbangkan untuk Allah.</p>
<p><span id="more-780"></span>Berjalanmu dalam melakukan semua kegiatan, berangkat dan pulangnya, untuk Allah. Dudukmu dalam mengikuti rapat dan koordinasi, untuk Allah. Suaramu saat engkau menyampaikan pendapat dan pandangan, untuk Allah. Mengawali dan mengakhiri rapat dan semua pertemuanmu, untuk Allah. Program kerja yang engkau tunaikan, untuk Allah. Berlelah-lelahmu untuk Allah. Berpagi-pagimu untuk Allah. Bermalam-malammu untuk Allah.</p>
<p>Engkau hanya memerlukan kesetiaan, bahwa segala yang engkau pikirkan adalah untuk Allah. Segala yang engkau kerjakan adalah untuk Allah. Segala yang engkau rancang adalah untuk Allah. Segala yang engkau inginkan adalah ridha Allah.</p>
<p>Engkau tidak perlu memusingkan dirimu akan mendapatkan apa dalam jalan dakwah ini, karena itu urusan Allah. Engkau tidak perlu merisaukan posisimu seperti apa dalam organisasi dakwah karena telah diatur oleh Allah. Mungkin saja engkau mengetahui ada sebagian orang yang hasad kepadamu, kepada posisimu, kepada kedudukanmu, namun engkau telah menyerahkan semuanya kepada Allah. Engkau tidak perlu menyimpan rasa iri dengki atas posisi, kedudukan, jabatan, dan harta benda yang dimiliki saudaramu di jalan dakwah, karena engkau lebih menginginkan kedudukan mulia di sisi Allah.</p>
<p>Engkau tidak perlu resah memikirkan omongan dan sikap orang kepadamu, selama engkau selalu bersandar kepada Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk berharap-harap jabatan, posisi, kedudukan, kekuasaan tertentu dalam perjalanan dakwah, karena telah dikelola oleh Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk mencari-cari gemerlapnya pujian dalam mengemban amanah dakwah, karena segala puji hanyalah milik Allah.</p>
<p>Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu membawa kesadaran Rabbaniyah dalam segala langkah. Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu mengingat Allah dalam segala kegiatan. Engkau hanya  perlu menyibukkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik di jalan dakwah, dengan segala potensi dan kemampuan yang engkau miliki, karena Allah.</p>
<p>Engkau hanya perlu menyadari bahwa kemuliaan itu hanya milik Allah. Bukan pada jabatan, posisi, kedudukan, harta dan materi duniawi. Engkau hanya perlu memupuk dan menguatkan kecintaan kepada Allah, karena pada sisi Allah terdapat segala kekuatan dan kesempurnaan. Tidak ada orang terhina selama dia mendekat kepada Allah. Tidak ada orang mulia dalam menjauhi Allah.</p>
<p>Maka, resapilah setiap hari setiap saat, betapa nikmat berada di jalan dakwah ini. Karena proposalmu adalah kepada Allah, bukan kepada manusia. Proposalmu adalah kerja di jalanNya, bukan untuk posisi dunia.</p>
<p>Selamat menempuh jalan dakwah yang begitu nikmat, setiap waktu setiap saat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>By: Udz. Cahyadi Takariawan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/780/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=780&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/11/01/agar-bisa-menikmati-indahnya-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/11/nature_other_green_park_011482_.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nature_other_green_park_011482_</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat Mengalami Kehampaan Hubungan</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/09/02/saat-mengalami-kehampaan-hubungan/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/09/02/saat-mengalami-kehampaan-hubungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 02:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[samara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=775</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan rumah tangga, kadang dijumpai suasana “aneh” atau “asing” yang melanda hubungan suami dengan isteri. Secara umum hubungan mereka baik-baik saja, seperti tidak ada masalah serius. Namun muncul perasaan kehampaan, seakan-akan pertemuan dan hubungan mereka tidak memiliki makna. Mereka sekedar memenuhi kewajiban sebagai suami dan isteri, namun tidak merasakan adanya gairah yang membuat mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=775&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h2 style="text-align:center;">Dalam kehidupan rumah tangga, kadang dijumpai suasana “aneh” atau “asing” yang melanda hubungan suami dengan isteri. Secara umum hubungan mereka baik-baik saja, seperti tidak ada masalah serius. Namun muncul perasaan kehampaan, seakan-akan pertemuan dan hubungan mereka tidak memiliki makna. Mereka sekedar memenuhi kewajiban sebagai suami dan isteri, namun tidak merasakan adanya gairah yang membuat mereka bersemangat menjalani kehidupan keluarga.</h2>
</blockquote>
<p>Sering kali isteri merasa kesepian, padahal ada suami di rumahnya. Sering suami merasa sendirian, padahal ada isteri yang menemani. Suasana seperti ini terasa unik, karena jika dicermati sebenarnya mereka tidak memiliki persoalan yang serius. Hanya saja rutinitas kehidupan telah menggerus beberapa nilai yang dulu sangat kuat merekatkan hubungan antara suami dengan isteri. Seiring berjalannya waktu, masing-masing sibuk dengan dunianya sendiri.<br />
<span id="more-775"></span>Di tempat kerja, suami merasa sangat berdaya. Namun begitu di rumah, ia merasa sekedar menjalani rutinitas sebagai kepala rumah tangga. Di tempat aktivitas, sang isteri merasa sangat terhormat dan dibutuhkan, namun di rumah, ia merasa hanya sebagai pelengkap saja yang berperan melakukan rutinitas sebagai ibu rumah tangga. Keluarga ini mengalami disorientasi, terjadi suasana saling asing di antara mereka.<br />
<a href="http://wonderful-family.web.id/wp-content/uploads/2011/08/pisah.jpg"><img title="gambar : google" src="http://wonderful-family.web.id/wp-content/uploads/2011/08/pisah-300x220.jpg" alt="" width="300" height="220" /></a><br />
Dalam menghadapi situasi krisis seperti ini, ada baiknya kita simak pendapat seorang psikolog, Mira Kirshenbaum, PhD, pengarang buku Too Good To Leave, Too Bad To Stay. Ia menyebutkan ada empat hal yang perlu diperhatikan oleh lelaki dan perempuan saat mengalami suasana saling asing tersebut. Dalam tulisan ini, lelaki dan perempuan dimodifikasi menjadi relasi antara suami dan isteri dalam rumah tangga.</p>
<p>1. Sadari kebutuhan anda</p>
<p>Permasalahan yang menyangkut perasaan terkadang terlalu rumit untuk didefinisikan, namun resep untuk bahagia sebenarnya sederhana saja, kata Kirshenbaum. “Lihat apa yang anda inginkan dan anda butuhkan, lihat realitasnya dan temukan mana yang paling cocok.” Jika ada keinginan atau kebutuhan anda yang tidak terpenuhi oleh pasangan, anda perlu memberitahukan kepadanya. Cari kompromi untuk mendapatkan cara yang nyaman untuk anda berdua. Misalnya jika ia tidak suka pergi keluar berduaan, paling tidak harus ada waktu untuk berdiskusi berduaan di rumah.</p>
<p>Kalau ia tidak mau membantu melakukan pekerjaan rumah, paling tidak ia bisa mengurus barang-barangnya sendiri dan tidak meletakkannya sembarangan. “Terkadang pria menganggap remeh banyak hal. Wanita harus bisa membuatnya mengerti bahwa itu merupakan masalah baginya,” tulis Kirshenbaum.<br />
<a href="http://wonderful-family.web.id/wp-content/uploads/2011/08/hampa-2.jpg"><img title="gambar : google" src="http://wonderful-family.web.id/wp-content/uploads/2011/08/hampa-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
2. Lihat ke belakang.</p>
<p>Jika saat ini anda merasa ia amat egois, coba lihat ke belakang. Di awal-awal pertemuan dulu, coba ingat dengan baik seperti apakah dirinya ? Mungkin anda akan terkejut menemukan bahwa sebenarnya dari dulu ia memang egois. Hanya waktu itu anda tidak menyadarinya karena dibutakan oleh cinta, atau karena belum banyak mengenal pasangan anda tersebut. Dengan demikian sikap yang anda lihat pada dirinya sekarang sesungguhnya bukan hal baru, karena sudah ada sejak permulaan hidup berumah tangga dulu.</p>
<p>Melihat ke belakang ini bermanfaat untuk melakukan evaluasi sejak dari awal kehidupan rumah tangga. Sering kali rumah tangga berjalan monoton, karena tidak pernah melakukan evaluasi. Melihat ke belakang juga bisa bermakna mengingat hal-hal indah yang pernah anda lalui berdua, untuk menguatkan perasaan cinta kasih yang tengah mengalami kehampaan saat ini. Bukankah anda pernah mengalami masa-masa indah dan manis dalam kehidupan berumah tangga dengannya ?</p>
<p>3. Batasi maaf anda</p>
<p>Memaafkan kesalahan merupakan perbuatan mulia dan sangat terpuji, apalagi kepada orang yang kita cintai. Tapi jangan sampai permaafan tersebut dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh pasangan. Walau ia minta maaf dengan cara yang amat menyentuh, tapi kalau ia melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang, menandakan ia memanfaatkan maaf yang selalu anda berikan.</p>
<p>Anda perlu memiliki ketegasan, bahwa maaf yang anda berikan tidak untuk disalahgunakan. Hal ini penting untuk membuat pasangan anda sadar bahwa anda memiliki posisi yang tidak bisa diremehkan dan diabaikan. Masing-masing dari anda, baik suami maupun isteri, pada mulanya adalah dua individu yang berbeda dan asing sama sekali. Pernikahan yang menyatukan anda berdua. Artinya, posisi anda berdua bermakna saling melengkapi, saling memerlukan, saling menguatkan.</p>
<p>Tidak ada pihak yang boleh berlaku semena-mena dengan menuntut dimaafkan, namun selalu melakukan kesalahan yang berulang karena merasa yakin akan selalu dimaafkan.<br />
<a href="http://wonderful-family.web.id/wp-content/uploads/2011/08/hampa-3.jpg"><img title="gambar : google" src="http://wonderful-family.web.id/wp-content/uploads/2011/08/hampa-3-300x253.jpg" alt="" width="300" height="253" /></a><br />
4. Perhatikan pendapat orang</p>
<p>Pada dasarnya, segala persoalan antara suami dan isteri harus diselesaikan oleh mereka berdua. Jangan sampai persoalan anda dengan pasangan justru menjadi beban bagi orang lain, karena anda selalu menceritakan detail masalah kepada keluarga atau orang tua. Anda harus bisa dan terbiasa menyelesaikan segala permasalahan keluarga berdua dengan pasangan, tanpa perlu melibatkan pihak-pihak lain.</p>
<p>Namun jika hubungan anda sudah sedemikian parah dan anda merasa harus segera mengambil keputusan, maka anda tidak boleh gegabah dan memutuskan sendirian. Anda perlu mendengarkan pendapat bijak dari orang lain. Walau anda merasa paling tahu tentang pasangan anda dan seperti apa hubungan anda dengannya, mendengarkan pendapat orang lain sangat anda perlukan saat anda merasa sudah berada di puncak permasalahan dan akan segera mengambil keputusan akhir. Orang-orang terdekat seperti ibu, bapak, saudara atau sahabat biasanya akan memberikan pendapat yang bisa dipercaya, yang membukakan mata hati anda.</p>
<p>Kadang ada sisi tertentu dari pasangan anda yang tidak terlihat oleh anda dan ternyata ditemukan oleh orang-orang terdekat anda. Dengan demikian, hal ini akan mengurangi subyektivitas anda dalam mengambil keputusan terhadap persoalan yang melanda anda dengan pasangan. Ingat, jangan pernah memutuskan untuk bercerai dalam situasi emosional. Endapkan emosi anda, dengarkan pendapat orang-orang yang anda percaya.</p>
<p>By: Ida Nur Laila</p>
<p>http://wonderful-family.web.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/775/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=775&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/09/02/saat-mengalami-kehampaan-hubungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wonderful-family.web.id/wp-content/uploads/2011/08/pisah-300x220.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar : google</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wonderful-family.web.id/wp-content/uploads/2011/08/hampa-2-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar : google</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wonderful-family.web.id/wp-content/uploads/2011/08/hampa-3-300x253.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar : google</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Met Lebaran 1432 H</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/08/29/met-lebaran-1432-h/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/08/29/met-lebaran-1432-h/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 16:19:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuapQ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=771</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini 2011&#8230;.idul fitri 1 Syawal 1432 H  jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011 M lebaran di perantauan&#8230;.Surabaya semoga tahun depan jika bersua lagi dengan syawal bisa berada di tengah keluarga dan handai taulan taqobalallahu minna wa minkum, minal &#8216;aidin wal fa idzin&#8230;kullu &#8216;amin wa antum bii khoiir. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=771&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/08/kartu-cuapan-lebaran-1432-h.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-772" title="Kartu cuapan lebaran 1432 H" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/08/kartu-cuapan-lebaran-1432-h.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Tahun ini 2011&#8230;.idul fitri 1 Syawal 1432 H  jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011 M</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>lebaran di perantauan&#8230;.Surabaya</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>semoga tahun depan jika bersua lagi dengan syawal bisa berada di tengah keluarga dan handai taulan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>taqobalallahu minna wa minkum, minal &#8216;aidin wal fa idzin&#8230;kullu &#8216;amin wa antum bii khoiir. </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua, semoga kita kembali menjadi fitrah dan meraih kesuksesan. Dan semoga setiap tahun kita selalu dalam kebaikan, aamiin&#8230;.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>- Rusdi Saleh Koto &amp; Sofyana -</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/771/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=771&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/08/29/met-lebaran-1432-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/08/kartu-cuapan-lebaran-1432-h.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kartu cuapan lebaran 1432 H</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>masjid al akbar surabaya</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/08/07/masjid-al-akbar-surabaya/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/08/07/masjid-al-akbar-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 07:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuapQ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=762</guid>
		<description><![CDATA[Kalau di Medan ada Masjid Raya dan Masjid Agung, di Bandung ada Masjid Rayanya, nah di Surabaya ada MAS (Masjid Al Akbar Surabaya). Subhanallah&#8230;.syahdu berada disini apalagi di bulan Ramadhan seperti ini. Untuk tilawah, murajaah ataupun ikut kajian setiap harinya. Mari kemari teman<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=762&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/08/mas-sby.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-763" title="MAS sby" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/08/mas-sby.jpg?w=614" alt=""   /></a>Kalau di Medan ada Masjid Raya dan Masjid Agung, di Bandung ada Masjid Rayanya, nah di Surabaya ada MAS (Masjid Al Akbar Surabaya). Subhanallah&#8230;.syahdu berada disini apalagi di bulan Ramadhan seperti ini. Untuk tilawah, murajaah ataupun ikut kajian setiap harinya. Mari kemari teman <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/762/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/762/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/762/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/762/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/762/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/762/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/762/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=762&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/08/07/masjid-al-akbar-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/08/mas-sby.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MAS sby</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surabaya Oh Surabaya</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/08/07/surabaya-oh-surabaya/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/08/07/surabaya-oh-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 06:53:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuapQ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama tidak menulis, akhirnya ada kesempatan untuk berbagi cerita disini. Alhamdulillah sampai detik ini&#8230;banyak nikmat yang patut di syukuri kepada-Nya&#8230;tidak terhingga nikmat yang dilimpahkan-Nya&#8230;semoga hamba senantiasa menjadi hamba yang penuh syukur ya Rabb, aamiin Setelah 9 bulan berada di tanah pasundan&#8230;Bandung, akhirnya daku pindah lagi ke kota Pahlawan Surabaya. Bukan tidak berat aku meninggalkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=759&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/08/216621_10150262267824165_712649164_7272587_2598388_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-760" title="216621_10150262267824165_712649164_7272587_2598388_n" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/08/216621_10150262267824165_712649164_7272587_2598388_n.jpg?w=614" alt=""   /></a>Sudah lama tidak menulis, akhirnya ada kesempatan untuk berbagi cerita disini. Alhamdulillah sampai detik ini&#8230;banyak nikmat yang patut di syukuri kepada-Nya&#8230;tidak terhingga nikmat yang dilimpahkan-Nya&#8230;semoga hamba senantiasa menjadi hamba yang penuh syukur ya Rabb, aamiin <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah 9 bulan berada di tanah pasundan&#8230;Bandung, akhirnya daku pindah lagi ke kota Pahlawan Surabaya. Bukan tidak berat aku meninggalkan kota nan sejuk itu, tapi bagaimanapun berada di sisi suami tercinta dan selalu mensupportnya adalah hal yang luar biasa bagiku. Ikut suami berjuang&#8230;insya Alloh perjuangan ini akan selalu di berkahi oleh-Nya, aamiin.</p>
<p>Bingung akan menuliska apa, tapi nikmatilah tulisan ini teman <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tepat di bulan Ramadhan ini umurku genap 24 tahun, semoga semakin dewasa dan menjadi istri sholehah&#8230;aamiin <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Teman&#8230;semoga kita merauk pahala sebanyak mungkin di bulan nan penuh Barokah ini&#8230;aamiin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/759/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=759&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/08/07/surabaya-oh-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/08/216621_10150262267824165_712649164_7272587_2598388_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">216621_10150262267824165_712649164_7272587_2598388_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>rekan kerjaku&#8230;</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/04/07/rekan-kerjaku/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/04/07/rekan-kerjaku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 11:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuapQ]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=754</guid>
		<description><![CDATA[Nah ini dia&#8230;keluarga baruku di finance. Setiap saat ada aja yang diobrolin, dicandain dan selalu ada tawa bersama rekan kerjaku ini. Ditengah-tengah kerjaan yang seabrek-abrek&#8230;.tetap aja ruangan kerja ini menyenangkan dengan pejuang-pejuang yang luar biasa ini. The best team!!! Nice family ^__^<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=754&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/04/rame-rame.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-755" title="rame-rame" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/04/rame-rame.jpg?w=614" alt=""   /></a> Nah ini dia&#8230;keluarga baruku di finance.</p>
<p>Setiap saat ada aja yang diobrolin, dicandain dan selalu ada tawa bersama rekan kerjaku ini.</p>
<p>Ditengah-tengah kerjaan yang seabrek-abrek&#8230;.tetap aja ruangan kerja ini menyenangkan dengan pejuang-pejuang yang luar biasa ini.</p>
<p>The best team!!!</p>
<p>Nice family ^__^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/754/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=754&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/04/07/rekan-kerjaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/04/rame-rame.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rame-rame</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Visi Keluarga</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/02/20/visi-keluarga/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/02/20/visi-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 09:35:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[samara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=747</guid>
		<description><![CDATA[Suatu siang yang sangat cerah, anda keluar dari rumah, berpakaian rapi, berdandan necis, membawa sebuah tas ransel berisi beberapa perbekalan. Sebelum meninggalkan rumah, anda peluk istri anda, sembari membisikkan kata-kata sayang dan minta agar didoakan. “Semoga perjalanan Kanda sukses”, kata isteri anda. Dengan mantap hati anda berjalan menuju halte tempat pemberhentian bus umum. Ada sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=747&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu siang yang sangat cerah, anda keluar dari rumah, berpakaian  rapi, berdandan necis, membawa sebuah tas ransel berisi beberapa  perbekalan. Sebelum meninggalkan rumah, anda peluk istri anda, sembari  membisikkan kata-kata sayang dan minta agar didoakan. “Semoga perjalanan  Kanda sukses”, kata isteri anda. Dengan mantap hati anda berjalan  menuju halte tempat pemberhentian bus umum. Ada sangat banyak bus lalu  lalang di jalan raya, namun perhatian anda fokus kepada bus yang akan  membawa anda ke stasiun Gambir. Anda biarkan saja bus-bus itu  berseliweran mencari penumpang, dan anda tidak menaikinya kendati awak  bus berteriak-teriak menawari anda.<span id="more-747"></span></p>
<p><a rel="attachment wp-att-679" href="http://shaffiyah.wordpress.com/pernikahanku/posting-blog-2/"><img title="trans jakarta " src="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/02/trans-jakarta-2.jpg" alt="" width="200" height="152" /></a></p>
<p>Akhirnya bus kota itu tiba. Jurusan Gambir. Pasti, inilah bus yang  anda tunggu. Anda pun segera masuk ke dalam bus, dan membayar ongkosnya.  Ada banyak halte tempat bus kota ini singgah, namun  anda tidak  mempedulikannya. Anda tetap duduk di dalam bus, dan anda tidak ikut  turun bersama para penumpang yang telah terlebih dahulu turun di  berbagai halte. Anda hanya memandangi mereka, melihat kesibukan dan  aktivitas banyak orang masuk dan keluar dari bus kota.</p>
<p>Tiba di stasiun Gambir, anda turun dari bus kota. Segera langkah anda  bergegas masuk ke dalam stasiun kereta api. Di samping stasiun Gambir  ada Monas yang menjulang tinggi dan banyak dikunjungi orang, namun anda  tidak tergoda ke sana. Sama sekali tidak. Ada pula supermarket dan  beberapa warung kuliner yang sangat padat pengunjung, ternyata anda juga  tidak tertarik untuk menghampirinya.</p>
<p>Fokus. Langkah anda sangat pasti masuk ke stasiun Gambir. Di pintu  masuk anda langsung menunjukkan tiket kepada petugas, dan anda  dipersilakan masuk. “Langsung naik ke atas, di lantai 2 pak”, kata  petugas setelah mengetahui kereta api yang akan anda tumpangi. Tepat jam  16.30 anda tiba di ruang tunggu lantai 2. Andapun duduk di bangku yang  disediakan bagi para calon penumpang kereta api, menunggu waktu  keberangkatan kereta api sesuai tiket anda.  Kereta api eksekutif Bima,  jurusan Surabaya, akan berangkat tepat pukul 17.00 dari stasiun Gambir.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-677" href="http://shaffiyah.wordpress.com/pernikahanku/email-undangan-2/"><img title="gambir, foto KASKUS " src="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/02/gambir-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Ada banyak kereta api di stasiun Gambir, namun anda membiarkan saja  mereka datang dan pergi. Anda memandangi kereta-kereta yang lewat, tanpa  berusaha untuk menaikinya. Bukan, mereka bukan kereta yang anda  inginkan. Anda tahu persis itu. Biar saja kereta-kereta itu datang dan  pergi. Anda tetap setia menanti di ruang tunggu keberangkatan.</p>
<p>Tidak berapa lama menunggu kereta Bima pun siap. Anda dipersilakan  memasuki kereta api. Ada banyak gerbong, namun anda masuk gerbong 2, dan  langsung mencari kursi nomer 8 A. Tepat, itulah yang tertulis di tiket.  Anda segera duduk di kursi 8 A pada gerbong 2 kereta api eksekutif  Bima. Tepat jam 17.00 kereta api Bima berangkat, menuju Surabaya. Ya,  menuju Surabaya. Mengapa ? Karena memang anda akan bepergian ke  Surabaya. Bukan ke Malang, bukan Ke Jogja, bukan ke Semarang, bukan ke  Cirebon.</p>
<p>Kata teman anda, cobalah naik kereta Taksaka, karena ada gerbong  super-eksekutif di dalamnya yang sangat nyaman. Ada lagi yang  menganjurkan, cobalah naik kereta Gajayana, karena ada banyak kejutan di  dalamnya. Ada lagi yang menyarankan agar anda naik kereta Argo Muria,  karena hanya empat jam waktu tempuh perjalanan. Atau naik saja Argo  Jati, karena hanya dua jam perjalanan.  Anda dengan tegas mengatakan  tidak. Sekali lagi, tidak ! Mengapa anda tidak mau, mengapa anda menolak  tawaran-tawaran itu ?</p>
<p>Karena anda tahu, kereta Taksaka membawa anda ke stasiun Tugu  Jogjakarta. Kereta Gajayana akan membawa penumpang ke Malang. Kereta  Argo Muria akan menuju Semarang. Kereta Argo Jati membawa penumpang  menuju Cirebon. Tidak, anda tidak akan menuju ke sana. Anda akan ke  Surabaya, bukan kemana-mana. Anda telah mantap, naik kereta api Bima,  kendati harus menempuh tigabelas jam perjalanan. Karena Surabaya tujuan  akhir anda.</p>
<p>Anda nikmati perjalanan kereta Bima. Jam enam esok pagi anda sampai  di stasiun Gubeng Surabaya. Anda bersyukur, turun dari kereta api dengan  selamat, sampai tujuan akhir. Anda telpon isteri di rumah, “Dinda,  alhamdulillah, Kanda telah sampai Surabaya”. Lega semuanya.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-674" href="http://shaffiyah.wordpress.com/2010/08/24/canda-rasulullah-jujur-dan-bermanfaat/671-revision/"><img title="stasiun gubeng, foto : INTJAH" src="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/02/sore-di-gubengJPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Andai anda naik bus kota sembarangan dari halte di dekat rumah anda,  niscaya tidak akan menghantar anda menuju stasiun Gambir. Andai anda  turun di halte yang lain, tentu tidak sampai pula ke Gambir. Andai  mengikuti ajakan orang yang tengah berkunjung ke Monas, anda tidak jadi  masuk stasiun kereta api. Andai anda naik kereta Argo Muria, niscaya  anda dibawa ke Semarang. Semua langkah anda sejak berangkat dari rumah,  sudah menghantarkan anda menuju Surabaya. Anda berhasil mengabaikan  berbagai gangguan yang bisa menghalangi anda menuju Surabaya. Anda  berhasil memfokuskan langkah anda menuju tujuan akhir yang pasti.  Surabaya. Anda telah sampai ke sana.</p>
<p>Apakah yang menyebabkan langkah anda fokus menuju tujuan akhir ?  Karena anda memiliki visi yang jelas dan kuat. Anda memiliki gambaran  yang jelas dan akurat tentang tujuan akhir yang anda inginkan. Inilah  langkah awal keberhasilan  hidup anda. Visi menuntun hidup anda selalu  fokus mencapai cita-cita. Anda menjadi tidak mudah tergoda. Anda menjadi  tidak mudah tertarik agenda-agenda lain yang bukan tujuan anda. Anda  menjadi sangat efektif dan efisien dalam mengalokasikan sumber daya yang  anda miliki, hanya untuk menghantarkan menuju tujuan akhir.</p>
<p>Visi membuat anda bisa bekerja dengan tepat. Tidak memubadzirkan  potensi serta sumber daya untuk hal-hal yang tidak diperlukan. Visi  membuat anda terjaga dari penyimpangan. Tidak membuat anda keluar dari <em>track</em> yang menyebabkan anda tidak akan mencapai tujuan. Hidup anda selalu  berada dalam koridor utama menggapai cita-cita. Inilah pentingnya visi  dalam kehidupan kita.</p>
<p>Visi (vision) merupakan ungkapan yang menyatakan cita-cita atau impian (<em>want to be</em>)  yang ingin dicapai di masa depan. Visi memberikan pernyataan tentang  tujuan akhir dari sebuah kegiatan atau perjalanan kehidupan. Visi adalah  pernyataan luhur tentang cita-cita yang hendak dicapai. Bisa dalam  bentuk visi pribadi, visi keluarga, visi organisasi, bahkan visi negara.  Visi menjadi penunjuk arah yang pasti, ke mana langkah mesti diarahkan.  Visi menjadi pemandu perjalanan dalam kehidupan pribadi, keluarga,  organisasi dan negara.</p>
<p>Maka, anda harus memiliki visi yang jelas dalam kehidupan. Semakin  jelas dan kuat visi yang anda miliki, akan semakin jelas dan kuat pula  jalan-jalan yang harus anda lalui. Semakin jelas pula anda memandang dan  mendefinisikan penyimpangan yang terjadi. Semakin lemah visi, semakin  kabur pandangan anda tentang tujuan. Apalagi jika tidak memiliki visi,  hidup anda mengalir begitu saja, terbang bersama angin yang berhembus.  Menuju apapun, dimanapun, entah namanya apapun. Lalu kapan anda akan  sampai, sementara tidak pernah mendefinisikan tujuan akhir ? Hidup anda  penuh pemborosan potensi.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-678" href="http://shaffiyah.wordpress.com/pernikahanku/676-revision/"><img title="foto KASKUS" src="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/02/gambir-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Sekarang rumuskan visi hidup anda dan visi keluarga anda. Keduanya  menjadi satu kesatuan. Visi diri anda melebur bersama visi pasangan  hidup anda, dan lahirlah visi keluarga. Akan anda bawa kemana keluarga  anda ? Akan menuju kemana keluarga anda ? Apa tujuan akhir dari keluarga  yang anda bentuk dan anda bina bersama pasangan hidup anda ? Jawaban  atas pertanyaan-pertanyaan tersebut namanya visi keluarga.</p>
<p>Keluarga, awalnya terdiri dari seorang suami dan seorang isteri.  Keduanya telah diikat dan disatukan menjadi sebuah pasangan, yang  berikrar dengan nama Tuhan. Sebagai pasangan, suami dan isteri tidak  boleh memiliki visi yang berbeda tentang keluarga. Harus satu visi, agar  keduanya melangkah pada jalur yang sama, menggapai tangga yang sama,  melintasi jalan yang sama, dan akhirnya mencapai tujuan akhir  bersama-sama.</p>
<p>Pada suatu saat ada sepasang suami isteri keluar bersama-sama dari  rumah hendak melakukan perjalanan. Ketika sampai di stasiun Gambir,  tiba-tiba suami naik kereta Bima dan isteri naik kereta Argo Jati. Saat  mereka turun dari kereta, ternyata tidak mendapatkan pasangannya di  sana. Karena memang kereta telah membawa mereka berdua pada arah yang  berbeda, pada tujuan akhir yang tidak sama. Mereka tidak menyatukan visi  keluarga. Mereka bersikukuh dengan pilihan visi masing-masing, dan  melangkah masing-masing. Akhirnya, anak-anak bisa menjadi korban  perselisihan tajam orang tua mereka. Satu ke Surabaya, satu ke Cirebon.  Anak-anak kebingungan akan mengikuti siapa.</p>
<p>Dalam kehidupan keluarga, visi harus diinternalisasikan dengan kuat  pada masing-masing anggota. Suami, isteri dan anak-anak,  menginternalisasikan visi keluarga dalam diri mereka. Dengan demikian  seluruh tindakan dan usaha yang mereka lakukan, akan selalu mengarah  kepada tujuan akhir yang telah mereka tetapkan. Inilah visi yang sangat  terang benderang, visi yang sangat cerah bak sinar matahari di tengah  hari pada musim kemarau. Sangat jelas. Semua anggota keluarga mengerti  ke mana langkah kaki akan diarahkan.</p>
<p>Segala bentuk gangguan dan godaan di sepanjang perjalanan hidup  berumah tangga, akan mampu mereka hadapi dengan tepat. Mereka tidak  mudah tergoda oleh banyaknya tawaran yang sangat menarik di perjalanan.  Mereka tidak mudah membelok ke berbagai tempat yang bukan tujuan mereka,  kendati tempat tersebut sangat ramai dikunjungi orang dan tampak sangat  menarik. Mereka telah memiliki tujuan akhir tersendiri yang akan  dicapai, yang menyebabkan pandangan serta langkah mereka menjadi fokus.</p>
<p>Cobalah rumuskan bersama pasangan anda, apa visi keluarga anda. Tanam  dengan sangat kuat. Internalisasikan visi itu dengan mantap. Jadikan  visi sebagai pemandu arah perjalanan bahtera keluarga anda. Jadikan visi  sebagai cara menyelesaikan persoalan dalam kehidupan keluarga. Jadikan  visi sebagai “hakim” dalam menentukan pilihan saat anda berdua mengalami  disorientasi dalam kehidupan. Insyaallah, anda akan sangat efektif dan  efisien mengelola potensi dan sumber daya keluarga. Anda tidak perlu  bertengkar tentang hal-hal yang kecil dan remeh. Anda tidak perlu marah  untuk sesuatu yang tidak esensial. Karena anda mengetahui visi dengan  jelas. Karena anda telah mampu memvisualisasikan visi dengan terang  benderang, yang memandu arah perjalanan keluarga anda, menuju bahagia  dunia dan bahagia kelak di surga.</p>
<p>Insyaallah kita bisa.</p>
<p>Jakarta, 8 Februari 2011</p>
<p>By : Udz. Cahyadi Takariawan</p>
<p>(Menunggu visa Amerika tidak kunjung tiba kejelasannya……)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/747/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=747&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/02/20/visi-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/02/trans-jakarta-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">trans jakarta </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/02/gambir-4-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambir, foto KASKUS </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/02/sore-di-gubengJPG-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">stasiun gubeng, foto : INTJAH</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyadi-takariawan.web.id/wp-content/uploads/2011/02/gambir-6-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">foto KASKUS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidak Pernah Terlambat Untuk Meraih Sukses&#8230;&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/02/20/tidak-pernah-terlambat-untuk-meraih-sukses/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/02/20/tidak-pernah-terlambat-untuk-meraih-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 09:27:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[khasanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Berapa usia anda sekarang ? Bisa saya pastikan belum ada yang mencapai delapan puluh tahun saat membaca tulisan saya ini. Apakah anda telah menjadi orang yang sukses pada usia anda sekarang ? Jika anda merasa belum sukses, jangan khawatir dan jangan pernah berputus asa. Ternyata sukses bukan masalah usia. Dia bisa datang pada usia muda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=739&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berapa usia anda sekarang ? Bisa saya pastikan belum ada yang  mencapai delapan puluh tahun saat membaca tulisan saya ini. Apakah anda  telah menjadi orang yang sukses pada usia anda sekarang ? Jika anda  merasa belum sukses, jangan khawatir dan jangan pernah berputus asa.  Ternyata sukses bukan masalah usia. Dia bisa datang pada usia muda atau  usia tua.</p>
<p><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/02/toyo-shibata-300x236.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-740" title="toyo-shibata-300x236" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/02/toyo-shibata-300x236.jpg?w=614" alt=""   /></a>Toyo Shibata jelas tidak lagi muda. Pada usianya yang hampir 100  tahun, perempuan Jepang itu memunculkan buku kumpulan puisi, dan baru  pertama kali itu pula ia menerbitkan buku. Tidak dinyana, buku berjudul <em>Don’t Be Frustated</em> tersebut laris manis. Sampai dengan Desember 2010 kemarin, telah  menembus angka penjualan 1.500.000 eksemplar. Sangat fantastis.  Sementara di Jepang, buku puisi disebut sukses jika sudah mencapai  10.000 eksemplar.</p>
<p style="text-align:right;">Buku perdana Toyo Shibata berhasil masuk <em>The 10 Best Seller 2010</em> versi Touhan, penerbit buku terbesar di Jepang. Uniknya, ia baru mulai  menulis saat berusia 92 tahun. Luar biasa, benar-benar nenek yang  produktif. Usia tidak menghalanginya berkarya dan bekerja meraih sukses.  Padahal kita lihat banyak orang tua di sekitar kita yang sudah tidak  berpikir lagi untuk menghasilkan karya besar. Bahkan banyak juga anak  muda yang tidak memiliki keinginan kuat untuk sukses dan memiliki karya  monumental.<span id="more-739"></span></p>
<p>Toyo Shibata menjadi contoh bahwa kesuksesan bisa diraih pada usia  berapapun. Ia menjadi ikon bahwa menulis bisa dilakukan kapan saja, pada  usia berapa saja. Ia membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk  berkarya dan berprestasi gemilang. Benar-benar pesan yang kuat, bahwa  tidak ada terlambat untuk meraih sukses dan terkenal. Kita semua belum  pernah mendengar nama Toyo Shibata sebelum ini. Justru kita mengenal  namanya saat ia berusia 99 tahun dan bersiap menyambut usia genap 100  tahun.</p>
<p><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/02/toyo-shibata-300x236.jpg"></a><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/02/mbah_surip.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-742" title="mbah_surip" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/02/mbah_surip.jpg?w=614" alt=""   /></a>Kita juga ingat musisi fenomenal Urip Ariyanto yang lebih terkenal  dengan nama Mbah Surip. Lagu Tak Gendong melejitkan namanya, dan sempat  menjadi berita yang menghangatkan dunia hiburan Indonesia. Ia lahir  tahun 1949, setelah mengalami berbagai jenis pekerjaan, tahun 1979 mulai  hijrah ke Jakarta. Mbah Surip sebenarnya sudah banyak melahirkan album,  seperti “Ijo Royo-royo” (1997), “Indonesia“ (1998), “Reformasi” (1998),  “Tak Gendong” (2003) dan “Barang Baru” (2004). Album ini bukan dirilis  perusahaan musik, tapi direkam dan diedarkan sendiri. Distribusinya  bukan dari Disc Tara atau toko musik terkenal lain, tapi melalui warung  dan toilet umum di seputar Blok M dan Ancol.</p>
<p>Baru  pada April 2009, perusahaan rekaman Falcon memilih 10 lagu Mbah Surip,  termasuk “Tak Gendong” dan “Bangun Tidur”, lalu melemparnya ke pasar,  dan ternyata langsung meledak. Usianya sudah 60 tahun saat menjadi  populer dan sukses. Ia menjadi selebritis mendadak, diundang di berbagai  kegiatan dan forum. Diwawancara berbagai stasiun televisi, radio,   majalah dan koran. Lagunya dinyanyikan sejak anak kecil sampai orang  tua. Ucapan “I Love You Full” menjadi bahasa gaul yang ditirukan banyak  kalangan.</p>
<p>Walaupun hanya sebentar menikmati masa sukses, namun ada pesan yang  kuat tertangkap oleh kita, bahwa sukses tidak mengenal usia. Mbah Surip  sudah tua saat terkenal. Ia tidak terkenal saat berusia 20 atau 30  tahun. Lagu Tak Gendong yang sudah dirilis pada tahun 2003, baru meledak  setelah dirilis ulang pada tahun 2009. Konon, ia berhak mendapatkan  royalti 4,5 Milyar Rupiah dari album Tak Gendong yang dirilis tahun  2009. Jelas uang yang tak pernah dibayangkan Mbah Surip sepanjang  hidupnya. Ternyata sukses tidak mengenal usia.</p>
<p><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/02/kolonel.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-745" title="kolonel" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/02/kolonel.jpg?w=614" alt=""   /></a>Kita juga mengenal Kolonel Harland Sanders, pendiri Kentucky Fried  Chicken. Sanders lahir di tahun 1890. Ia telah melakukan banyak  pekerjaan sebelum menjadi sukses dengan KFC-nya. Pernah menjadi tukang  parkir pada usia 15 tahun di New Albany, kemudian pada usia 16 tahun  menjadi tentara yang dikirim selama 6 bulan di Kuba. Setelah itu ia  menjadi petugas pemadam kebakaran, pegawai asuransi, operator kapal  feri, penjual ban, dan operator bengkel. Sanders sempat belajar ilmu  hukum melalui korespondensi dan mempraktikkannya dalam dunia pengadilan.  Pada usia 40 tahun Kolonel mulai memasak untuk orang yang yang  bepergian yang singgah di bengkelnya di Corbin.</p>
<p>Percaya diri dengan kualitas ayam gorengnya, Kolonel membuka usaha  waralaba yang dimulai tahun 1952. Ia pergi jauh menyeberangi Negara  bagian dengan mobil dari satu restoran ke restoran lainnya, memasak  sejumlah ayam untuk pemilik restoran dan karyawannya. Jika reaksi yang  terlihat bagus, ia menawarkan perjanjian untuk mendapatkan pembayaran  dari setiap ayam yang laku terjual. Inilah kegigihan Kolonel Sanders.  Dia memulai suksesnya di usia 66 tahun, saat tidak memiliki uang sepeser  pun kecuali dari tunjangan hari tuanya sebagai pensiunan tentara.</p>
<p>Dia memiliki keahlian dalam memasak, dia tawarkan resep masakannya ke  lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Akhirnya restoran yang ke-1008  menerima resepnya tersebut, dan kini Kentucky Fried Chicken telah  tersebar di lebih dari 80 negara di dunia. Ya, tak ada kata terlambat  untuk menjadi sukses dan terkenal. Di usia 66 tahun memulai usaha besar,  dan ternyata Sanders mendapatkan tempat di dunia makanan. KFC menjadi  cita rasa makanan orang di berbagai negara.</p>
<p>Bagi manusia yang religius, sukses adalah sebuah keinginan dan  cita-cita terbesar dalam kehidupan. Kita ingin mendapatkan sukses di  dunia dan sukses di akhirat. Kita ingin bahagia di dunia dan bahagia di  akhirat. Jika hanya mengejar sukses dunia saja, kita akan merugi kelak  di akhirat. Contoh-contoh yang saya tulis di atas tentu saja adalah  sukses menurut ukuran dunia. Bagaimana orang-orang melakukan aktivitas  kehidupan yang bisa membuatnya menjadi sukses dalam kehidupan. Bahkan  pada usia yang sudah tua sekalipun, sukses bisa diraih.</p>
<p>Kita tidak memisahkan jalan antara sukses dunia dengan sukses  akhirat, karena itu berada di jalan yang harus sama, agar tidak perlu  menempuh dua jalan yang berbeda untuk bisa sukses pada keduanya. Allah  telah memerintahkan manusia agar selalu bekerja keras, bekerja serius,  dengan mengoptimalkan segenap potensi dan waktu yang dimiliki :</p>
<p>“<em>Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan),  kerjakanlah dengan sungguh-sungguh  (urusan) yang lain, dan hanya kepada  Tuhanmulah hendaknya kamu berharap</em>” (Alam Nasyrah: 7 – 8).</p>
<p>Allah menghendaki agar semua waktu kita produktif, tidak ada yang  tersia-siakan. Bersambung antara satu kegiatan dengan kegiatan  berikutnya, antara satu usaha dengan usaha berikutnya. Jangan membiarkan  diri manja dan cengeng dengan meratapi kondisi yang tidak sesuai  harapan, sampai menghabiskan waktu hanya untuk menangisi nasib yang  belum berpihak kepada dirinya. Tidak mengenal usia, semua waktu harus  bermanfaat dan teroptimalkan untuk membuat karya. Namun di semua usaha  kita, ujungnya adalah harapan besar kepada Tuhan.</p>
<p>Inilah jalan sukses itu. Kesungguhan, kegigihan, dan keseriusan dalam  perjuangan untuk melakukan aktivitas terbaik pada setiap waktu yang  kita lewati. Tidak mudah mengeluh, tidak mudah kecewa, tidak berputus  asa dari kebaikan. Jika di masa muda belum merasa menemukan kesuksesan,  bukan alasan untuk menutup lembar kehidupan dengan mengatakan “Sudah  selesai sejarahku. Tidak mungkin aku menjadi orang sukses”. Ini pikiran  dan jiwa pesimis yang harus dibuang.</p>
<p>Selama kita masih diberi waktu, semua peluang dan kesempatan sukses  selalu terbuka. Tinggal kita mengolah potensi dan mengambil kesempatan  yang terbuka tersebut untuk meraih sukses. Kewajiban manusia hanyalah  berusaha, melakukan yang terbaik, sembari terus berdoa. Allah yang akan  memberikan kesuksesan bagi kita. Jangan pernah menyerah untuk  mendapatkan sukses. Sesaat sebelum meninggalnya pun, seseorang bisa  meraih sukses.</p>
<p>Jangan merasa tua untuk memulai karya. Jangan merasa tua untuk  bekerja produktif. Jangan merasa tua untuk meraih mimpi. Jangan merasa  tua untuk mendapatkan sukses.</p>
<p>Yogyakarta, 27 Januari 2011</p>
<p>By : Udz Cahyadi Takariawan</p>
<p>Sumber :</p>
<p>1.      Nenek Jepang Cetak Buku Puisi Terlaris, <a href="http://www.mediaindonesia.com/">www.mediaindonesia.com</a> Rabu 26 Januari 2011</p>
<p>2.      Biografi Singkat Kolonel Harland Sanders, <a href="http://www.copastuntas.blogspot.com/">www.copastuntas.blogspot.com</a></p>
<p>3.      Kisah Hidup Mbah Surip, <a href="http://www.whatzups.com/">www.whatzups.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/739/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=739&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/02/20/tidak-pernah-terlambat-untuk-meraih-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/02/toyo-shibata-300x236.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">toyo-shibata-300x236</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/02/mbah_surip.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mbah_surip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/02/kolonel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kolonel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kepingan hidupku&#8230;.di bandung</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/02/20/kepingan-hidupku-di-bandung/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/02/20/kepingan-hidupku-di-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 09:06:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuapQ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama tidak menulis di rumahku ini, rindu&#8230;ternyata rutinitas baru tak sempat membuatku menggoreskan tulisan virtual tak terasa hampir 4 bulan aku hidup disini setelah sidang skripsi S1 ku bersama suami&#8230;di Bandung. Perlu banyak penyesuaian disini, mulai dari cuaca dingin yang berbeda dengan teriknya Medan. Lidah yang belum terbiasa tanpa &#8220;pedas&#8221; dan tentunya pekerjaan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=730&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama tidak menulis di rumahku ini, rindu&#8230;ternyata rutinitas baru tak sempat membuatku menggoreskan tulisan virtual <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  tak terasa hampir 4 bulan aku hidup disini setelah sidang skripsi S1 ku bersama suami&#8230;di Bandung.</p>
<p>Perlu banyak penyesuaian disini, mulai dari cuaca dingin yang berbeda dengan teriknya Medan. Lidah yang belum terbiasa tanpa &#8220;pedas&#8221; dan tentunya pekerjaan yang menyita waktu hingga rindu aktivitas dulu sewaktu di Medan&#8230;menikmati sore hingga malam di jalanan kota Medan, aku hanya berkata Rinduuuuuuuuuuuuuuuuuuu padamu Medaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  tapi yakin jalan hidup ini adalah yang terbaik yang telah diberikan-Nya untukku dan suamiku, insya Allah banyak hikmah dibalik semuanya. Keep Bersyukur!!! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-730"></span></p>
<p>4 bulanan disini&#8230;tentunya tak ingin melewatkan kesempatan untuk menyusuri tempat-tempat wisata di kota kembang ini, hehehe <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/02/gedung-sate-bandung.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-731" title="gedung-sate-bandung" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/02/gedung-sate-bandung.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p>Hari pertama di Bandung, aku langsung diperkenalkan dengan Gedung  Sate&#8230;hmmm nice walau tidak banyak yang berjualan sate..hehehe. Yang pasti gedung sate tak bisa terpisahkan dengan Gasibu&#8230;yupz pastinya!!!!</p>
<p>Next destination&#8230;.tangkuban perahu. Ternyata pegal juga nih kaki jalan sampai tujuan nun paling ujung&#8230;..subhanallah indahnya. teringat kembali legenda Tangkuban Perahu dulu zaman esde <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berkunjung ke Kawah Putih&#8230;mau belerangnya&#8230;luar biasa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  sayangnya saat kesana sedang hujan dan berkabut&#8230;kurang beruntung tapi tetap aja asyiiik <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bersua dengan teman virtual di MyQuran&#8230;tepatnya di mesjid Darut Tauhid Geger Kalong&#8230;dan pastinya singgah ke warung makan beliau&#8230;.uni lidyaaaa lain kali gratis yaaaah makan disana, hehehe.</p>
<p>Mesjid Raya Bandung, Pasar Baru, dan masih banyak lainnya&#8230;.senangnyaaaa kalau udah masuk sesi jalan-jalan atau kuliner <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pastinya lingkaran baru yang menyenangkan&#8230;.insya Allah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Banyak kisah kan diukir disini&#8230;..semoga semua langkah ini barokah dan semakin membuat kami dewasa, insya Allah&#8230;aamiin <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Medan&#8230;tetap aku merinduimu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/730/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=730&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2011/02/20/kepingan-hidupku-di-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2011/02/gedung-sate-bandung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gedung-sate-bandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menanti Waktu Bersua</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/10/21/menanti-waktu-bersua/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/10/21/menanti-waktu-bersua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 08:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuapQ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=722</guid>
		<description><![CDATA[Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=722&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)</p>
<p><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/69376_1422672768627_1286953225_30957887_3732797_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-723" title="69376_1422672768627_1286953225_30957887_3732797_n" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/69376_1422672768627_1286953225_30957887_3732797_n.jpg?w=614" alt=""   /></a>Merasa begitu lebay emang <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  rasanya ada yang kurang dalam aktivitas yang kujalani terhitung malam 9 Oktober 2010 sampai detik ini&#8230;hm&#8230;solmetku yang menemani hari-hariku sejak akad nikah dulu hijrah duluan ke Bandung mengemban amanah baru dari lembaga zakat yang mempertemukanku dengannya&#8230;Rumah Zakat. Walau sudah lumayan sering ditinggal karena perdin ataupun wara-wiri ke bencana Sinabung lalu tapi yang ini emang rada beda&#8230;karena aku yang akan menyusulnya kesana (insya Allah). lagi-lagi lembaran hidup kali ini banyak mengajari kami bagaimana layaknya pejuang, bersabar, dan lainnya..insya Allah inilah yang terbaik walau diawal begitu berat rasa hati ditinggalnya&#8230;.<em>bismillah </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><span id="more-722"></span>“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.”</em> (Yusuf: 86)</p>
<p>Diawal terasa hari begitu lama berlalu, terkesan lebay kali yah namun kemarinya dilalui dengan semangat karena insya Allah akan bertemu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  apalagi sabtu lalu tepatnya 16 Oktober 2010 aku dinyatakan lulus dari departemen Akuntansi FE USU <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  akhirnya SE juga&#8230;hadiah besar yang ku persembahkan pada kedua orang tuaku nun di kampung halaman&#8230;walau harus menunggu 5 tahun 3 bulan untuk memperolehnya.</p>
<p><em> </em>Beruntung masih banyak orang-orang di Medan ini yang memberikan nasehat dan jejangan padaku dan patut aku syukuri itu, apalagi saat memang kerinduan ini masuk ke titik klimaksnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  jazakumullah khairan katsiran untuk kalian semua ukhtifillah hanya Allah yang bisa membalas semua kebaikan kalian&#8230;terutama untuk <em>adikku yang sholehah</em> yang telah banyak memberi waktunya untukku, <em>makasih yah adeq nduuud</em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Teringatku pasti sungguh dahsyat dan militannya muslimah-muslimah Palestina yang begitu tegar dan luar biasa melepas kepergian suami-suami mereka, anak-anak mereka untuk berjuang <em>fii sabilillah</em>, sungguh yang kualami ini 0,000000000000 sekian dari apa yang mereka lakukan. Ayooooooo kamu bisa menjadi lebih tegar!!!! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>“Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.” </em>(Al-Anfal: 46)</p>
<p>Beribu hikmah dibalik penantian untuk bersua dengannya, semoga pelajaran ini makin mematangkanku akan arti perjuangan, ketegaran menjadi seorang istri pejuang, menggali lagi nilai ikhlas dan sabar dalam hidup, manisnya ukhuwah, lebih mendekat pada sang Pemilik Cinta, dan lainnya&#8230;.<em>coz life must go on</em>. Hayooo semangat melewati hari-hari untuk  bersua <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”</em> (Al-Baqarah: 153)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Medan, 21 Oktober 2010</p>
<p>tulisannya acak kadul <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8212;&#8211; miss him &#8212;&#8212;</p>
<p>terima kasih motivasimu untuk istrimu ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/722/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=722&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/10/21/menanti-waktu-bersua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/69376_1422672768627_1286953225_30957887_3732797_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">69376_1422672768627_1286953225_30957887_3732797_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manusia Visioner</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/10/02/manusia-visioner/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/10/02/manusia-visioner/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Oct 2010 03:13:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[copas]]></category>
		<category><![CDATA[khasanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=712</guid>
		<description><![CDATA[By: Udz. Cahyadi Takariawan Visi secara sederhana dipahami sebagai ide bersama tentang hasil yang dinilai dan menjadi motivasi kerja suatu tim (Michael West, Effective Teamwork, 1998). Visi juga dipahami sebagai pernyataan luhur yang hendak dicapai seseorang atau suatu komunitas dan organisasi. Visi juga dipahami sebagai pandangan yang jelas tentang apa yang akan dilakukan, untuk apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=712&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By: Udz. Cahyadi Takariawan</p>
<p><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/ideas51.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-713" title="ideas51" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/ideas51.jpg?w=614" alt=""   /></a>Visi secara sederhana dipahami sebagai ide bersama tentang hasil yang dinilai dan menjadi motivasi kerja suatu tim (Michael West, <em>Effective Teamwork, </em>1998). Visi juga dipahami sebagai pernyataan luhur yang hendak dicapai seseorang atau suatu komunitas dan organisasi. Visi juga dipahami sebagai pandangan yang jelas tentang apa yang akan dilakukan, untuk apa melakukan, apa tujuan melakukan suatu perbuatan. Ibarat sebuah pohon, visi adalah bagian akar pohon, dimana nilai-nilai, motivasi dan keyakinan terbangun. Bisa juga dikatakan, visi adalah pulau harapan, dimana “perahu” usaha akan ditambatkan pada pelabuhannya.</p>
<p>Visi amat penting dalam mengarahkan kegiatan pribadi dan organisasi. Penggambaran lima orang pekerja bangunan yang tengah bekerja membuat masjid sering menjadi contoh tepat dalam memahami urgensi visi. Ketika ditanya tentang “Apa yang anda kerjakan di sini,” orang pertama menjawab, “Seperti yang anda lihat. Saya mencampur berbagai bahan bangunan”. Orang kedua menjawab, “Saya bekerja mencari uang di sini”. Orang ketiga menjawab, “Saya menyusun batu bata agar menjadi dinding”. Orang keempat menjawab, “Saya bekerja membuat sebuah masjid”. Sedangkan orang kelima menjawab, “Saya tengah membangun peradaban”.</p>
<p><span id="more-712"></span>Jawaban orang pertama hingga keempat tersebut tidak ada yang salah, karena itulah yang memang mereka kerjakan. Akan tetapi, jawaban orang kelima menandakan sebuah cita rasa ideal yang membuatnya bersemangat melakukan kerja. Tatkala ia menumpuk batu bata hingga menjadi masjid yang terbayang adalah sebuah masyarakat pemakmur masjid yang diliputi oleh keimanan, mereka mengatur kehidupan dengan semangat masjid, akhirnya terbentuklah peradaban baru yang Islami, bermula dari masjid.</p>
<p>Jika anda pemuda yang akan menikah, pernikahan anda saya sebut visioner apabila anda mengetahui persis bagaimana anda menikah, untuk apa anda menikah, pernyataan luhur apa yang melatarbelakangi pernikahan serta hendak anda capai dalam pernikahan tersebut. Saya tidak tertarik dengan tema pernikahan dini atau terlambat menikah, karena kapan anda menikah itu adalah sebuah pilihan. Tidak penting bagi saya menilai anda menikah pada usia berapa, namun penting bagi saya untuk  meyakinkan anda bahwa anda harus punya visi dalam menjalani pernikahan.</p>
<p>Saya menjalani aktivitas sebagai konsultan pernikahan dan keluarga di Jogja Family Center lebih dari sepuluh tahun. Dari interaksi saya dengan sekian banyak masalah pernikahan dan keluarga, saya menemukan ada pernikahan yang visioner, ada pernikahan yang alamiah, ada pula pernikahan yang primitif. Jawaban-jawaban atas pertanyaan yang saya lontarkan kepada suami atau kepada isteri cukup memberi gambaran, apakah mereka menikah dengan sebuah visi yang jelas, atau sekedar memenuhi tuntutan biologis dan kelaziman hidup manusia, atau bahkan karena dipaksa dan terpaksa menikah setelah ada kejadian dan situasi tertentu.</p>
<p>Jika anda seorang pedagang, saya sebut anda pedagang visioner apabila memiliki gambaran yang jelas tentang peta kegiatan dagang yang akan anda lalui dan harapan-harapan masa depan yang anda inginkan. Anda berdagang bukan hanya mengalir mengikuti rutinitas kehidupan sebagai pedagang, namun memiliki sejumlah kreasi untuk mengembangkan usaha perdagangan anda karena adanya impian yang akan anda raih pada masa yang akan datang. Mungkin perdagangan anda masih kecil dan sederhana, namun harapan anda tidaklah sederhana. Visi menuntun anda melakukan aktivitas terbaik, visi membakar semangat anda melakukan inovasi dan bertahan menghadapi persaingan yang semakin berat.</p>
<p>Jika anda pegawai negeri, saya sebut anda PNS visioner apabila anda tidak hanya rutin bekerja mengikuti ritme “pada umumnya” yang berlaku di instansi anda. Datang pagi, masuk ruang kerja, mulai melakukan aktivitas kantor, jam sepuluh pagi ngopi di kantin sambil mengobrol, atau membaca koran dan mungkin membuka internet, setelah itu makan siang dan sorenya pulang. Anda merasa puas telah bisa mengerjakan serangkaian tugas yang menjadi kewajiban dan, merasa gembira bisa mencapai target yang dibebankan kepada anda.</p>
<p>Sebagai PNS anda harus memiliki pandangan yang jelas tentang masa depan bangsa, sehingga anda memiliki peta yang jelas tentang reformasi birokrasi dalam rangka perbaikan sistemik bangsa dan negara tercinta. Anda bukan sebagai pekerja namun anda adalah unsur perubah yang efektif untuk mengawaki jalannya perbaikan pemerintahan Indonesia. Ini yang dimaksud dengan visioner.</p>
<p><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/visioner_leader.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-714" title="visioner_leader" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/visioner_leader.jpg?w=614" alt=""   /></a>Jika anda guru, saya sebut anda guru visioner apabila anda tidak terjebak dalam aktivitas rutin belajar mengajar sesuai kurikulum yang telah ditentukan bagi anda. Visi menyebabkan anda memandang murid sebagai potensi kepemimpinan masa depan yang harus anda olah dan anda siapkan segala potensi kebaikannya untuk memimpin Indonesia menuju peradaban yang dicitakan. Anda berinteraksi dengan peserta didik penuh dengan dinamika, karena anda tengah menyiapkan calon presiden, calon menteri, calon pemimpin negeri.</p>
<p>Jika anda seorang ibu, saya sebut anda ibu yang visioner apabila anda tidak melakoni hidup ini apa adanya dengan sepenuh kekalahan. Anda adalah pelahir generasi pembangun peradaban mulia. Dari rahim anda lahirlah generasi baru yang akan menyongsong masa depan bangsa, maka anda menyusui, menimang, mendekap, mengasuh  bayi dengan sepenuh hati. Bayi itulah cahaya mata yang akan membuka sejarah baru bagi Indonesia dan dunia. Anda tidak sedang menyusui seorang bayi yang lemah, namun anda sedang menyusui calon pemimpin peradaban masa depan dunia. Bayi yang anda gendong itu bukan saja anak anda, dia adalah anak sejarah yang dilahirkan untuk meneruskan jejak Musa as membelah lautan guna menyelamatkan umat manusia. Bayi yang anda gendong itu bukan saja buah pernikahan anda, namun dia adalah buah doa Ibrahim as “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa” (QS. Ibrahim : 39).</p>
<p>Jika anda seorang ayah, anda menjadi ayah yang visioner apabila membimbing semua anggota keluarga utuk meniti jalan menuju surga. Anda atasi segala hambatan yang merintangi perjalanan anggota keluarga anda menuju surga. Sejak dari dalam rumah, anda ciptakan suasana “rumah kita adalah surga kita”, hingga akhirnya kelak bisa berkumpul bersama dalam keindahan surgaNya yang abadi. Anda bekerja mencari nafkah untuk menumbuhkan sebuah generasi ahli surga yang akan memimpin dunia menuju pencerahannya. Isteri dan anak-anak anda bukanlah beban, namun mereka adalah pahala yang Allah titipkan kepada anda agar Ia memberikan surga kepada anda.</p>
<p>Ya, jadilah visioner. Karena itu yang akan memberikan spirit, energi melimpah ruah dalam kehidupan kita. Sebagai apapun anda, jadilah visioner. Visi yang membuat hidup anda lebih hidup……</p>
<p>Kampus Lemhannas RI, Kamis 30 September 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/712/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=712&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/10/02/manusia-visioner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/ideas51.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ideas51</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/visioner_leader.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">visioner_leader</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menutup Aurat</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/10/02/menutup-aurat/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/10/02/menutup-aurat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Oct 2010 03:03:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[tazkiyatun nafs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=704</guid>
		<description><![CDATA[Copas from: www.dakwatuna.com Aurat dan Pakaian dakwatuna.com – Keberhasilan pertama kali yang diperoleh iblis dalam menggoda manusia setelah ia mendapat vonis diusir dari surga adalah dengan melucuti pakaian Adam dan Hawa sehingga terbuka auratnya. Allah berfirman: فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ ﴿٢٢﴾ “Tatkala keduanya telah merasai buah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=704&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Copas from: www.dakwatuna.com</p>
<p><strong>Aurat dan Pakaian</strong><strong> </strong></p>
<p><strong><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/tutup-aurat_thumb.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-705" title="tutup aurat.jpg_thumb" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/tutup-aurat_thumb.jpg?w=614" alt=""   /></a>dakwatuna.com – </strong>Keberhasilan pertama kali yang diperoleh iblis dalam menggoda manusia setelah ia mendapat vonis diusir dari surga adalah dengan melucuti pakaian Adam dan Hawa sehingga terbuka auratnya.</p>
<p>Allah berfirman:</p>
<p>فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ ﴿٢٢﴾</p>
<p>“<em>Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga… </em>(QS. 7/Al A’raf: 22)</p>
<p>Dan ketika aurat telah terbuka maka dampak maksiat yang muncul kemudian sebagai akibat logisnya tidak dapat dihindarkan lagi. Di samping telah runtuhnya kehormatan dan kemuliaan seseorang dengan aurat yang terbuka itu. Maka Allah swt memperingatkan manusia agar berhati-hati menjaga auratnya dari godaan setan yang senantiasa mengintainya.</p>
<p><span id="more-704"></span>Allah berfirman:</p>
<p>يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ ﴿٢٦﴾ يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿٢٧﴾</p>
<p><em>“Hai anak Adam sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah mudahan mereka selalu ingat. Hai anak Adam janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihatmu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah jadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. </em>QS. 7/Al A’raf: 26-27<em> </em></p>
<p><strong>Makna Aurat</strong></p>
<p>Kata <strong><em>“aurat”</em></strong> menurut bahasa berarti <strong><em>an naqshu</em></strong> (kekurangan). Dan dalam istilah <strong><em>syar’iy </em></strong>(agama), kata aurat berarti: sesuatu yang wajib di tutup dan haram dilihat. Dan para ulama telah bersepakat tentang kewajiban menutup aurat baik dalam shalat maupun di luar shalat. <a href="http://www.dakwatuna.com/2010/menutup-aurat-bagian-ke-1/#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Menjaga aurat adalah konsekuensi logis dari konsep menundukkan pandangan, atau sering pula disebut sebagai langkah kedua dalam mengendalikan keinginan dan membangun kesadaran, setelah konsep menundukkan pandangan. Dari itulah dua hal ini diletakkan dalam satu rangkaian ayat yang mengisyaratkan adanya hubungan sebab akibat, atau keduanya sebagai dua langkah strategis yang saling mendukung.</p>
<p><strong>Hakikat menutup Aurat</strong></p>
<p>Hakikat pakaian menurut Islam ialah untuk menutup aurat, yaitu menutup bagian anggota tubuh yang tidak boleh dilihat oleh orang lain. Syariat Islam mengatur hendaknya pakaian tersebut tidak terlalu sempit atau ketat, tidak terlalu tipis atau menerawang, warna bahannya pun tidak boleh terlalu mencolok, dan model pakaian wanita dilarang menyerupai pakaian laki-laki. Selanjutnya, baik kaum laki-laki maupun perempuan dilarang mengenakan pakaian yang mendatangkan rasa berbangga-bangga, bermegah-megahan, takabur dan menonjolkan kemewahan yang melampaui batas.</p>
<p><strong>Aurat Laki-laki dan Hukum Menutupnya</strong><strong> </strong></p>
<p><strong><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/muslim.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-706" title="muslim" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/muslim.jpg?w=614" alt=""   /></a>dakwatuna.com – </strong>Aurat laki-laki yang harus ditutup saat menunaikan shalat adalah qubul (kemaluan bagian depan) dan dubur (kemaluan bagian belakang), adapun di luar itu, mulai dari paha, pusar dan lutut, para ulama berbeda pendapat; sebagian ulama menganggapnya sebagai aurat dan sebagian lagi tidak menganggapnya sebagai aurat.</p>
<p><strong>Pendapat pertama : </strong></p>
<p>Bahwa paha, pusar dan lutut bukan aurat</p>
<p>Mereka beralasan :</p>
<p>Nabi bersabda :</p>
<p>عن عائشة رضي الله عنها: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان جالسا كاشفا عن فخذه، فاستأذن أبو بكر فأذن له وهو على حاله، ثم استأذن عمر فأذن له، وهو على حاله ثم استأذن عثمان فأرخى عليه ثيابه. فلما قاموا قلت: يا رسول الله استأذن أبو بكر وعمر فأذنت لهما.</p>
<p>وأنت على حالك، فلما استأذن عثمان أرخيت عليك ثيابك؟ فقال: “يا عائشة ألا أستحي من رجل والله إن الملائكة لتستحي منه” رواه أحمد، وذكره البخاري تعليقا.</p>
<p><em>Dari Aisyah </em><em>RA</em><em>, bahwa Rasulullah saw saat duduk pahanya terbuka, lalu Abu Bakar meminta izin kepada Rasul, beliau pun mengizinkannya dan beliau dalam keadaan seperti semula, kemudian Umar  meminta izin dan beliau mengizinkannya dan beliau dalam keadaan seperti itu, kemudian Utsman pun ikut meminta izin namun beliau menurunkannya pakaiannya, setelah mereka pergi aku berkata : Wahai Rasulullah ketika Abu Bakar dan Umar meminta izin engkau mengizinkan keduanya. Dan engkau dalam keadaan semula, namun ketika Utsman meminta izin engkau mengulurkan pakaianmu ? maka beliau bersabda : Wahai Aisyah,  apakah aku tidak malu dari seseorang, demi Allah para malaikat lebih malu darinya”.</em> (HR. Ahmad, dan disebutkan oleh imam Bukhari dalam ta’liqnya)</p>
<p>وعن أنس: “أن النبي صلى الله عليه وسلم يوخ خيبر حسر الازار عن فخذه، حتى إني لانظر إلى بياض فخذه” رواه أحمد والبخاري.</p>
<p><em>Dari Anas </em><em>RA</em><em>: bahwa Nabi saw membuka pada saat Khaibar kain sarungnya sehingga terbuka pahanya, sampai aku dapat melihat pahanya yang berwarna putih.</em> (HR. Ahmad dan Bukhari)</p>
<p>Ibnu Hazm berkata : Jelas bahwa paha bukan aurat, sekiranya merupakan aurat maka Allah tidak akan menyingkapkannya padahal beliau seorang yang suci dan maksum dari manusia, saat beliau menyampaikan risalahnya dan tidak diperlihatkan pahanya di hadapan Anas bin Malik dan yang lainnya.</p>
<p>وعن مسلم عن أبي العالية البراء قال: إن عبد الله ابن الصامت ضرب فخذي وقال: إني سألت أبا ذر فضرب فخذي كما ضربت فخذك وقال: إني سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم كما سألتني فضرب فخذي كما ضربت فخذك وقال: (صل الصلاة لوقتها) إلى آخر الحديث.</p>
<p><em>Dari Imam Muslim, dari Abu Al-‘Aliyah al-barra berkata : bahwa Abdullah bin As-shamit memukul paha saya, dia berkata : lalu saya bertanya kepada Abu Dzar, maka beliau memukul paha saya seperti Aku memukul paha kamu, kemudian dia berkata : kemudian saya bertanya kepada Rasulullah saw seperti yang kamu Tanya kepadaku maka beliau pun memukul saya seperti aku memukul paha kamu, dan beliau bersabda : “Dirikanlah shalat pada waktunya…sampai akhir hadits.</em></p>
<p>Ibnu Hazm  berkata : jika paha sebagai bagian dari aurat maka Rasulullah saw tidak akan menyentuhnya dari Abu Dzar dengan tangannya yang suci. Dan jika paha merupakan aurat menurut Abu Dzar maka tidak menyentuh paha Abdullah bin Shamit dengan tangannya, begitu pun Abdullah bin Shamit dan Abu al-Aliyah.</p>
<p><strong>Pendapat kedua : </strong></p>
<p>Bahwa paha, pusar dan lutut adalah aurat.</p>
<p>Mereka beralasan :</p>
<p>Hadits nabi saw :</p>
<p>عن محمد بن جحش قال: مر رسول الله صلى الله عليه وسلم على معمر، وفخذاه مكشوفتان فقال  :”يا معمر غط فخذيك فإن الفخذين عورة” رواه أحمد والحاكم والبخاري في تاريخه، وعلقه في صحيحه.</p>
<p><em>Dari Muhammad bin Jahsy berkata : Rasulullah saw melewati ma’mar sementara kedua pahanya tersingkap, beliau bersabda : “Wahai Ma’mar tutuplah kedua pahamu karena paha itu adalah aurat”</em>. (HR. Ahmad, Hakim dan Bukhari).</p>
<p>وعن جرهد قال: مر رسول الله صلى الله عليه وسلم وعلي بردة وقد انكشفت فخذي فقال: “غط فخذيك فإن الفخذ عورة” رواه مالك وأحمد وأبو داود والترمذي وقال: حسن: وذكره البخاري في صحيحه معلقا.</p>
<p><em>Dan dari Jurhud berkata : Rasulullah saw lewat pada Burdah dan kedua pahanya tersingkap, beliau bersabda : “Tutuplah kedua pahamu karena paha itu adalah aurat”.</em> (HR. Malik, Ahmad, Hakim, Abu Dawud dan Tirmidzi serta Bukhari dalam shahihnya).</p>
<p>Demikian dua pendapat tentang batasan aurat laki-laki, namun bagi kita untuk lebih berhati-hati, saat akan menunaikan shalat maka kita menutup aurat kita mulai dari pusar hingga dua lututnya sebisa mungkin.</p>
<p><strong><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/kartun-ikhwan-250x205.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-710" title="kartun-ikhwan-250x205" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/kartun-ikhwan-250x205.jpg?w=614" alt=""   /></a>Aurat laki-laki bersama dengan laki-laki. </strong></p>
<p>Bersama dengan kaum lelaki, ia tidak boleh menampakkan bagian antara lutut dan pusarnya, baik laki-laki yang melihatnya itu kerabatnya maupun orang lain, baik muslim maupun kafir. Adapun selain anggota tubuh itu boleh terlihat selama tidak ada fitnah.</p>
<p>Rasulullah bersabda :</p>
<p>Artinya: <em>Apa yang ada di antara pusar dan lutut adalah aurat</em>. (H.R.  Al Hakim)</p>
<p>Rasulullah saw bersabda :</p>
<p>Artinya: <em>Tutuplah pahamu, karena paha lelaki adalah aurat</em>”. (H.R. Al Hakim)</p>
<p><strong>Aurat laki-laki di hadapan wanita</strong></p>
<p>Seorang wanita muslimah diperbolehkan melihat kaum lelaki yang berjalan di jalan-jalan, atau memainkan permainan yang tidak diharamkan, yang sedang berjual beli, dan sebagainya.</p>
<p>Rasulullah SAW menyaksikan orang-orang Habsyiy bermain lembing di dalam masjid pada hari raya dan Aisyah ikut menyaksikan mereka dari belakang beliau. Rasulullah menghalangi Aisyah dari mereka, sampai ia merasa bosan dan pulang. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke tujuh Hijriyah. <a href="http://www.dakwatuna.com/2010/menutup-aurat-bagian-ke-2-aurat-laki-laki-dan-hukum-menutupnya/#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Sedangkan hadits yang mengatakan :</p>
<p>“Berhijablah kalian berdua dari padanya. Apakah kalian berdua buta? Bukankah kalian berdua melihatnya?”<a href="http://www.dakwatuna.com/2010/menutup-aurat-bagian-ke-2-aurat-laki-laki-dan-hukum-menutupnya/#_ftn2">[2]</a> Menunjukkan bahwa Ummu Salamah dan Maimunah berkumpul bersama Ibnu Ummi Maktum di dalam satu majelis, mereka bertemu pandang dan berhadap hadapan.</p>
<p>Pada kenyataannya, memang sangat berbeda antara pandangan laki-laki pada wanita dan pandangan wanita pada laki-laki. Wanita dengan rasa malu yang tinggi akan cenderung pasif, sedangkan laki-laki dengan sifat pemberaninya akan cenderung aktif dan kreatif.</p>
<p>Kesimpulannya, wanita diperbolehkan melihat lelaki lain dengan dua syarat, yaitu :</p>
<p><em>Pertama</em>, tidak dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah.</p>
<p><em>Kedua,</em> tidak berada dalam satu majelis  berhadap-hadapan.</p>
<p><strong><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/23484_109641125739507_103134439723509_73005_7279055_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-707" title="23484_109641125739507_103134439723509_73005_7279055_n" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/23484_109641125739507_103134439723509_73005_7279055_n.jpg?w=614" alt=""   /></a>Aurat Wanita Dan Hukum Menutupnya</strong></p>
<p>Yang menjadi dasar aurat wanita adalah:</p>
<p><strong>1. Al-Qur’an</strong></p>
<p>Allah SWT berfirman :</p>
<p><em> “Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (jilbab)nya ke dadanya”.</em> (QS. An-Nur : 30-31)</p>
<p>Ayat ini menegaskan empat hal :</p>
<p>a. Perintah untuk menahan pandangan dari yang diharamkan oleh Allah.</p>
<p>b. Perintah untuk menjaga kemaluan dari perbuatan yang haram.</p>
<p>c. Larangan untuk menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak.</p>
<p>d. Perintah untuk menutupkan khumur ke dada. Khumur adalah bentuk jamak dari khimar yang berarti kain penutup kepala. Atau dalam bahasa kita disebut jilbab.</p>
<p>Allah SWT berfirman :</p>
<p><em> “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin : Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.</em> (Qs. Al-Ahzab: 59).</p>
<p>Jilbab dalam bahasa Arab berarti pakaian yang menutupi seluruh tubuh (pakaian kurung), bukan berarti jilbab dalam bahasa kita (lihat arti kata khimar di atas). Ayat ini menjelaskan pada kita bahwa menutup seluruh tubuh adalah kewajiban setiap mukminah dan merupakan tanda keimanan mereka.</p>
<p><strong>2. Hadits Nabi SAW</strong></p>
<p>Dalam riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata : Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haidh (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini, sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR. Abu Daud dan Baihaqi).</p>
<p>Hadits ini menunjukkan dua hal:</p>
<ol>
<li>Kewajiban menutup seluruh tubuh wanita kecuali wajah dan telapak tangan.</li>
<li>Pakaian yang tipis tidak memenuhi syarat untuk menutup aurat.</li>
</ol>
<p>Dari kedua dalil di atas jelaslah batasan aurat bagi wanita, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangan. Dari dalil tersebut pula kita memahami bahwa menutup aurat adalah wajib. Berarti jika dilaksanakan akan menghasilkan pahala dan jika tidak dilakukan maka akan menuai dosa.</p>
<p>Kewajiban menutup aurat ini tidak hanya berlaku pada saat shalat saja namun juga pada semua tempat yang memungkinkan ada laki-laki lain bisa melihatnya.</p>
<p><strong><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/25468_10150167506135134_395763250133_11932700_6512224_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-709" title="25468_10150167506135134_395763250133_11932700_6512224_n" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/25468_10150167506135134_395763250133_11932700_6512224_n.jpg?w=614" alt=""   /></a>A. Aurat wanita bersama wanita</strong></p>
<p>Wanita bersama dengan kaum wanita, bagaikan laki-laki bersama dengan laki-laki, diperbolehkan melihat seluruh badannya kecuali antara lutut dan pusarnya, kecuali diindikasikan akan membawa fitnah, maka tidak boleh menampakkan bagian tubuh itu. Hanya saja kepada wanita yang tidak seagama, wanita muslimah tidak boleh menampakkan auratnya sebagaimana kepada sesama wanita muslimah. Karena wanita yang tidak seagama berstatus orang lain bagi wanita muslimah. Allah berfirman :</p>
<p>Artinya: …<em>atau wanita-wanita Islam</em>…. (QS. An Nur/24:30)</p>
<p><strong>B. Aurat wanita di hadapan laki-laki</strong></p>
<p>Keberadaan wanita di hadapan lawan jenisnya memiliki rincian hukum yang berbeda-beda, yaitu:</p>
<p><strong>a. Di hadapan laki-laki lain, yang tidak ada hubungan mahram.</strong></p>
<p>Maka seluruh badan wanita adalah aurat, kecuali wajah dan telapak tangan. Karena keduanya diperlukan dalam bermuamalah, memberi dan menerima.</p>
<p>Pandangan laki-laki kepada wajah dan telapak tangan wanita bisa diklasifikasikan dalam tiga kelompok, yaitu:</p>
<p>1. Tidak diperbolehkan dengan sengaja melihat wajah dan telapak tangan wanita lain tanpa tujuan syar’i. Dan jika tanpa sengaja melihatnya maka segera harus memalingkan pandangan seperti yang telah dijelaskan pada pandangan <strong><em>faj’ah</em></strong> (tanpa sengaja).</p>
<p>2. Melihat karena ada tujuan syar’i dan tidak ada fitnah, seperti melihat untuk melamar. Rasulullah menyuruh Mughirah bin  Syu’bah untuk melihat wanita yang hendak dinikahinya:</p>
<p>“<em>Jika salah seorang di antaramu, meminang seorang wanita maka jika ia mampu melihat bagian yang mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah</em>. (H.R. Ahmad, dan Abu Daud)</p>
<p>Dan untuk semua tujuan itu,  seseorang diperbolehkan melihat wajahnya, yang dengan melihat wajah itu sudah cukup untuk mengenalinya.</p>
<p>3. Memandang dengan syahwat, inilah pandangan terlarang, seperti yang disebutkan dalam hadits Nabi:</p>
<p>Nabi saw bersabda :</p>
<p><em>“Telah ditetapkan atas setiap anak Adam bagian dari zina, zina mata adalah pandangannya, zina mulut adalah ucapannya, zina telinga adalah mendengarkannya, zina tangan adalah memegangnya, zina kaki adalah melangkah menemuinya, nafsunya berharap dan berselera, kemaluannya membenarkan atau mendustakannya</em>. (H.R. Ibnu Majah)</p>
<p>Asbabun nuzul ayat 30 ini sangat memperjelas kewajiban menjaga pandangan, yaitu kisah seorang laki-laki yang lewat di salah satu jalan di Madinah, ia memandangi seorang wanita. Dan wanita itupun membalas memandanginya. Setan ikut bermain menggoda keduanya, sehingga keduanya saling mengagumi. Sambil berjalan laki-laki itu terus memandangnya hingga ia menabrak tembok dan berdarah hidungnya. Ia berkata:</p>
<p>“Demi Allah! Saya tidak akan membasuh darah ini sebelum saya menemui Rasulullah SAW lalu saya ceritakan kejadian ini.”</p>
<p>Laki-laki itu segera menemui Nabi dan menceritakan kejadiannya. Nabi bersabda:</p>
<p>“Inilah hukuman dosamu”. Dan Allah menurunkan  ayat 30 dan 31 ini.<a href="http://www.dakwatuna.com/2010/menutup-aurat-bagian-ke-3-aurat-wanita-dan-hukum-menutupnya/#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Pengecualian dalam hukum ini adalah jika berada dalam keadaan terpaksa, seperti penglihatan dokter muslim yang terpercaya untuk pengobatan, khitan, atau penyelamatan dari bahaya kebakaran, tenggelam, dsb.</p>
<p><strong>b. Di hadapan laki-laki yang memiliki hubungan mahram</strong></p>
<p>Jika laki-laki itu memiliki hubungan mahram karena nasab, sepersusuan, atau hubungan perkawinan (mertua), maka aurat wanita itu sebagaimana aurat laki-laki yaitu diperbolehkan melihat semua badannya kecuali antara pusar dan lututnya. Kecuali jika ada fitnah, maka harus menutup seluruh badannya.</p>
<p>Ada Ulama lain yang mengatakan bahwa dalam kondisi itu wanita hanya boleh menampakkan bagian tubuh yang biasa terlihat sewaktu bekerja, yaitu: rambut, leher, lengan, dan  betis.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p><em>“Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasan-nya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra  saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka” </em>( QS. An Nur/24:31)</p>
<p><strong><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/26592_1344507065461_1614793956_908852_6096605_n.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-708" title="26592_1344507065461_1614793956_908852_6096605_n" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/26592_1344507065461_1614793956_908852_6096605_n.jpg?w=614" alt=""   /></a>c. Di hadapan suami</strong></p>
<p>Seorang wanita di hadapan suaminya boleh menampakkan seluruh anggota badannya. Karena segala sesuatu yang boleh dinikmati, tentu boleh juga dilihat.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>“<em>kecuali kepada suami mereka, …, </em></p>
<p>Ada sebagian ulama yang mengatakan makruh melihat kemaluan. Karena Aisyah RA mengatakan tentang hubungannya dengan Nabi Muhammad SAW:</p>
<p>Artinya: <em>“Saya tidak pernah melihat darinya dan ia tidak pernah melihat dariku.</em> (H.R. At Tirmidzi)</p>
<p><strong>d. Budak wanita di hadapan orang yang tidak boleh menikmatinya</strong></p>
<p>Aurat budak wanita di hadapan laki-laki yang tidak boleh menikmatinya adalah seperti aurat laki-laki, yaitu antara lutut dan pusar. Dan jika di hadapan tuan yang boleh menikmatinya maka kedudukannya bagaikan istri dengan suaminya.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>“<em>atau budak-budak yang mereka miliki,….</em></p>
<p><strong>Pakaian Wanita</strong></p>
<p><strong>dakwatuna.com – </strong>Islam <strong>mengharamkan</strong> perempuan memakai pakaian yang <strong>membentuk dan tipis</strong> sehingga nampak kulitnya. Termasuk di antaranya ialah pakaian yang dapat mempertajam bagian-bagian tubuh khususnya tempat-tempat yang membawa fitnah, seperti: payudara, paha, dan sebagainya.</p>
<p>Dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: <em>“Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: (1) Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam); (2) Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. </em><em>Mereka ini tidak akan bisa masuk s</em><em>u</em><em>rga, dan tidak akan mencium bau surga, padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” </em>(HR. Muslim, Babul Libas)</p>
<p>Mereka dikatakan berpakaian, karena memang mereka itu melilitnya pakaian pada tubuhnya, tetapi pada <strong>hakikatnya pakaiannya itu tidak berfungsi menutup aurat</strong>, karena itu mereka dikatakan telanjang, karena pakaiannya terlalu tipis sehingga, dapat memperlihatkan kulit tubuh, seperti kebanyakan pakaian perempuan sekarang ini.</p>
<p>Bukhtun adalah salah satu macam daripada unta yang mempunyai kelasa (punuk) besar; rambut orang-orang perempuan seperti punuk unta tersebut karena rambutnya ditarik ke atas.</p>
<p>Dibalik keghaiban ini, Rasulullah seolah-olah melihat apa yang terjadi di zaman sekarang ini yang kini di wujudkan dalam bentuk penataan rambut, dengan berbagai macam mode dalam salon-salon khusus, yang biasa disebut salon kecantikan, dimana banyak sekali laki-laki yang bekerja pada pekerjaan tersebut dengan upah yang sangat tinggi.</p>
<p>Tidak cukup sampai di situ saja, banyak pula perempuan yang merasa kurang puas dengan rambut asli pemberian Allah SWT. Untuk itu mereka membeli rambut palsu yang disambung dengan rambutnya yang asli, supaya tampak lebih menyenangkan dan lebih cantik, sehingga dengan demikian dia akan menjadi perempuan yang menarik dan memikat hati.</p>
<p>Satu hal yang sangat mengherankan, justru persoalan ini sering dikaitkan penjajahan politik dan kejatuhan moral, dan ini dapat di buktikan oleh suatu kenyataan yang terjadi, dimana para penjajah politik itu dalam usahanya untuk menguasai rakyat sering menggunakan sesuatu yang dapat membangkitkan syahwat dan untuk dapat mengalihkan pandangan manusia, dengan diberinya kesenangan yang kiranya dengan kesenangannya itu, manusia tidak mau lagi memperhatikan persoalannya yang lebih umum.</p>
<p>Aurat wanita yang tak boleh terlihat di hadapan laki-laki lain (selain suami dan mahramnya) adalah seluruh anggota badannya kecuali wajah dan telapak tangan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Syarat-Syarat Pakaian Wanita</strong></p>
<p>Pada dasarnya seluruh bahan, model dan bentuk pakaian boleh dipakai, asalkan memenuhi syarat-syarat berikut:</p>
<ol>
<li>Menutup      seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.</li>
<li>Tidak      tipis dan tidak transparan</li>
<li>Longgar      dan tidak memperlihatkan lekuk-lekuk dan bentuk tubuh (tidak ketat)</li>
<li>Bukan      pakaian laki-laki atau menyerupai pakaian laki-laki.</li>
<li>Tidak berwarna dan bermotif terlalu menyolok. Sebab pakaian yang menyolok akan mengundang perhatian laki-laki. Dengan alasan ini pula maka membunyikan (menggemerincingkan) perhiasan yang dipakai tidak diperbolehkan walaupun itu tersembunyi di balik pakaian.</li>
</ol>
<p><strong>Islam Agama Bersih dan Cantik</strong></p>
<p><strong>dakwatuna.com – </strong>Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut: <em>“Menjadi bersihlah kamu, karena sesungguhnya Islam itu bersih.”</em> (HR. Ibnu Hiban)</p>
<p>Dan sabdanya pula: <em>“Kebersihan itu dapat mengajak </em><em>orang </em><em>kepada iman. Sedang iman itu akan bersama pemiliknya ke Surga.” </em>( HR. Thabrani)</p>
<p>Rasulullah SAW sangat menekankan tentang masalah kebersihan pakaian, badan rumah, dan jalan-jalan. Dan lebih serius lagi, yaitu tentang kebersihan gigi, tangan dan kepala.</p>
<p>Ini bukan suatu hal yang mengherankan, karena Islam telah meletakkan suci (bersih) sebagai kunci bagi para peribadatannya yang tertinggi yaitu shalat. Oleh karena itu tidak akan diterima shalatnya seorang muslim sehingga badannya bersih, pakaiannya bersih dan tempat yang dipakai pun dalam keadaan bersih. Ini belum termasuk kebersihan yang diwajibkan terhadap seluruh badan atau pada anggota badan. Kebersihan yang wajib ini dalam Islam dilakukan dengan mandi dan wudhu’.</p>
<p>Pernah juga Nabi melihat seorang yang pakaiannya kotor sekali, maka apa kata Nabi: <em>“Apakah orang ini tidak dapat mendapatkan sesuatu yang dapat dipakai mencuci pakaiannya?”</em> (HR. Abu Daud)</p>
<p>Dan pernah ada seorang laki-laki datang kepada Nabi, pakaiannya sangat menjijikan, maka tanya Nabi kepadanya: <em>“Apakah kamu mempunyai Uang? Orang tersebut menjawab: Ya! Saya punya: Nabi bertanya lagi: Dari mana uang itu? Orang itupun kemudian menjawab: dari setiap harta yang Allah berikan kepadaku. Maka kata Nabi: Kalau Allah memberimu harta, maka sungguh Dia (lebih senang) menyaksikan bekas nikmat-Nya yang diberikan kepadamu dan bekas kedermawanan-Nya itu.”</em><em> </em>(HR. Nasa’i)</p>
<p>Masalah kebersihan ini lebih ditekankan lagi pada hari-hari berkumpul, misalnya: Pada hari Jum’at dan hari raya. Dalam hal ini Nabi pun pernah bersabda : <em>“Seyog</em><em>ia</em><em>nyalah salah seorang di antara kamu</em><em>,</em><em> jika ada rezki</em><em>,</em><em> memakai dua pakaian untuk hari Jum’at, selain pakaian kerja.” </em>(HR. Abu Daud)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/704/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=704&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/10/02/menutup-aurat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/tutup-aurat_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tutup aurat.jpg_thumb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/muslim.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">muslim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/kartun-ikhwan-250x205.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kartun-ikhwan-250x205</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/23484_109641125739507_103134439723509_73005_7279055_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">23484_109641125739507_103134439723509_73005_7279055_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/25468_10150167506135134_395763250133_11932700_6512224_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">25468_10150167506135134_395763250133_11932700_6512224_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/10/26592_1344507065461_1614793956_908852_6096605_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">26592_1344507065461_1614793956_908852_6096605_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Engkau Bersembahyang</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/09/22/ketika-engkau-bersembahyang/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/09/22/ketika-engkau-bersembahyang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 07:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[poems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=699</guid>
		<description><![CDATA[Emha Ainun Najib Ketika engkau bersembahyang Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan Partikel udara dan ruang hampa bergetar Bersama-sama mengucapkan Allahu Akbar Bacaan Al-Fatihah dan surah Membuat kegelapan terbuka matanya Setiap doa dan pernyataan pasrah Membentangkan jembatan cahaya Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi Ruku’ lam badanmu memandangi asal-usul diri Kemudian mim sujudmu menangis Di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=699&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/09/tahajjud.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-700" title="tahajjud" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/09/tahajjud.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;">Emha Ainun Najib</p>
<p style="text-align:center;">Ketika engkau bersembahyang<br />
Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan<br />
Partikel udara dan ruang hampa bergetar<br />
Bersama-sama mengucapkan Allahu Akbar</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-699"></span>Bacaan Al-Fatihah dan surah<br />
Membuat kegelapan terbuka matanya<br />
Setiap doa dan pernyataan pasrah<br />
Membentangkan jembatan cahaya</p>
<p style="text-align:center;">Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi<br />
Ruku’ lam badanmu memandangi asal-usul diri<br />
Kemudian mim sujudmu menangis<br />
Di dalam cinta Allah hati gerimis</p>
<p style="text-align:center;">Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup<br />
Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup<br />
Ilmu dan peradaban takkan sampai<br />
Kepada asal mula setiap jiwa kembali</p>
<p style="text-align:center;">Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri<br />
Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali<br />
Badan di peras jiwa dipompa tak terkira-kira<br />
Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya</p>
<p style="text-align:center;">Sembahyang di atas sajadah cahaya<br />
Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia<br />
Rumah yang tak ada ruang tak ada waktunya<br />
Yang tak bisa dikisahkan kepada siapapun</p>
<p style="text-align:center;">Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah<br />
Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika<br />
Hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang<br />
Dadamu mencakrawala, seluas ‘arasy sembilan puluh sembilan</p>
<p style="text-align:center;">1987</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/699/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=699&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/09/22/ketika-engkau-bersembahyang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/09/tahajjud.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tahajjud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Happy Eid Mubarak&#8230;</title>
		<link>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/09/09/happy-eid-mubarak/</link>
		<comments>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/09/09/happy-eid-mubarak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 08:47:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaffiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuapQ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaffiyah.wordpress.com/?p=695</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=695&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/09/card-lebaran-1431-h1.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-696" title="card lebaran 1431 H" src="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/09/card-lebaran-1431-h1.png?w=614&#038;h=460" alt="" width="614" height="460" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaffiyah.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaffiyah.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaffiyah.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaffiyah.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaffiyah.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaffiyah.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaffiyah.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaffiyah.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaffiyah.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaffiyah.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaffiyah.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaffiyah.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaffiyah.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaffiyah.wordpress.com/695/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaffiyah.wordpress.com&amp;blog=2502659&amp;post=695&amp;subd=shaffiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaffiyah.wordpress.com/2010/09/09/happy-eid-mubarak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d323f41e33ae8b113368254fa9a63dce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaffiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaffiyah.files.wordpress.com/2010/09/card-lebaran-1431-h1.png" medium="image">
			<media:title type="html">card lebaran 1431 H</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
