pRopoSaL Nikah

nikah03hM…

lucu ya liat judulnya? jujur aja saya sendiri juga lucu nulisnya bahkan juga malu🙂

tapi ini terinspirasi dari salah seorang sahabat yang pernah nanya kira-kira proposal nikah itu gimana ya?? jelas saya yang lum menikah juga g tw gmn bentuknya…bahkan membayangkannya ada di tangan saya juga saya lum berani🙂

usut diusut dari google..akhirnya saya temukan juga:mrgreen:

jadi bagi yang lum tw…

met baca ya

moga bisa jadi inspirasi wlo cuma dikit…

PROPOSAL NIKAH

Latar Belakang

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”.

Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na’udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor” (Qs. Al Israa’ : 32).

Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. “Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu,” ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga??, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a’lam.

Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di? majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.

Dasar Pemikiran

Dari Al Qur??an dan Al Hadits :

  1. ?”Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).
  2. “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  3. ?Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui?? (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
  4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
  5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
  6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
  7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
  8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
  9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).
  10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
  11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
  12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
  13. Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu?? (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14.?Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).
  14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
  15. “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah? (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a.?Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b.?Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c.?Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”
  16. “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
  17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
  18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
  19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
  20. Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).
  21. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya??la dan Thabrani).
  22. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
  23. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).

Tujuan Pernikahan

  1. Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
  2. Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
  3. Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
  4. Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
  5. Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
  6. Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
  7. Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)

Kesiapan Pribadi

  1. Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ??Man Jadda Wa Jadda?? (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
  2. Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
  3. Termasuk? tathhir (mensucikan diri).
  4. Secara materi, Insya Allah siap. ??Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya??? (Qs. At Thalaq (65) : 7)

Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan

  • Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
  • Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
  • Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
  • Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
  • Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan.” (HR. Ahmad) dan “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na’udzubillahi min dzalik

Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :

  • Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
  • Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu’an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari? manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
  • Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
  • Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.

Memperbaiki Niat :

Innamal a’malu binniyat……. Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.

Niat Ketika Memilih Pendamping

Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya.”(HR. Thabrani).

“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama”. (HR. Ibnu Majah).

Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).

Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ??Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama.” (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan

Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya’. “Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.”(Qs. An Nisaa (4) : 4).

Rasulullah SAW bersabda : “Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, “Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : “Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : ” Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya” (Ditakhrij dari An Nasa’i)..Subhanallah..

Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. “Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.

Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo’akan pengantin dengan do’a : Barokallahu laka wa baroka ‘alaikum wa jama’a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan (”Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama” – Qs. Al Ahzab (33),

Meraih Pernikahan Ruhani

Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.

Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS? PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)

Penutup

“Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.” (Qs. Al Maidaah (5) : 87).

Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan “Jazakumullah Khairan katsiira”. “Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin”

====================================
Dedicated to : My inspiration …. yang pernah singgah dan menghuni “hati” …Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. ” Saat Cinta dan Rindu? tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah..”

gmn???

mw menggenpkn separuh dien? 😀

32 thoughts on “pRopoSaL Nikah

  1. uhmm kayakn7ya sepakat deh ama proposalna😆

    tapi kayaknya semua terfantung kesiapan seseorang aja dah…. bukan karena ingin mengikuti sunnah dan menjadi buru2 untuk melakukan pernikahan.. setidaknya generasi yang baru tidak akan menjadi generasi yang bukan meringankan malah menjadi beban bagi ummat😀

  2. Assalamualaikum

    Bu’ ana sepakat dengan teman2 ant. Dah kepengen yach….

    Hanya aja, ada yang belum lengkap nih. Tanda tangannya diletakkan di mana?? Taksasi dana apa gak perlu?? lalu, kok latar belakangnya dimulai dari ibunda dan ayahanda??? Apa gak lucu??? Proposal itu kok ditujukan pda ayah dan ibu??? Untuk calonnya, bagaimana????

    Lalu, lampiran identitasnya bagaimana???? Waduh, ana banyak bangat nih pertanyaannya. Tapi, gak papalah. Ant sepertinya lebih profesional dalam masalah ini. Emang kapan Menyempurnakan Dien???

  3. hmmm…
    ternyata banyak juga yang comment dsni:mrgreen:

    berhenti merokok itu mah…harus diluruskan dlu niatnya yaitu semata-mata mengharap ridho Allah😀

    tenteng proposal ini…mungkin saya akan segera cari proposal buat pasangan hidup kita nanti…moga aja dapet *genggam tangan…SMGT!!!*

    wah…
    klo soal propesional..saya blum profesional nie coz lum nikah. Soal kapannya?? tunggu aja info terbaru…doain aja secepatnya,amien Ya Rabb🙂

  4. @thamrin

    emg diriku gak gede-gede apa????😀

    @mutiatun
    hm.. *mikir,kok jadi dipanggil ibu nie*

    bener bgt…
    mesti persiapan jadi ummahat nie
    tenang aja…
    ni lagi baca-baca buku ttg mndidik anak🙂

  5. Ada yang lupa lagi…. (biasa penyakit lupanya kumat) buat RhyzQ:
    He..he..baru ngerti ya..? Proyek super gede buat seumur idup ya pake proposal. Orang buat acara sehari aja pake proposal kok…

  6. ass,,
    salam kenal yuh,,,
    si A ( si laki2 ) sudah menyatakan keinginanya untuk berniat serius dengan sya , dan ingin sekali menikah dng saya , orang tua sya demokratis dalam hal ini , dalam artian spa pun yang akn menikah dengan sya boleh dr suku mana saja , asalkan ibadahnya yang di utamakan , nah karena sya masi kuliah dan dy pun masi kuliah , jadi sepertinya masi terlalu muda , klo ayah sya , beliau pernah menyatakan bahwa jikalau putrinya sudah ada yang ingin melamar , maka unutk apa di teruskan kuliahnya , karena panggilan jdoh spatutnya lebih di utamakan , nah laon halnya dngn ibu , dy masih beraggapan klo sya masi muda , masi 20 thn ( sya pun masi blom siap jka harus mnikah di usia itu ) , ibu bilang sya hrus lebih dahulu menyelesaikan kuliah , tapi tetap pada keputusan akhir , setelah perundingan kedua orang tua saya , mreka memutuskan agar sya menyelesaikan kuliah sya terlebih dahulu ,,
    tapi sya sungguh kwatir , tkut ada hal2 yang berbau maksiat terjadi pada kita , yuh walaupun si A tidak bertempat satu daerah dengan sya , jd jarang sekali ktemu , bahkan berbulan-bulan , nah dalam hal ini sya bersukur dy jwuh dari sya , sehingga kecil melakukan hal2 yang gak benar , seperti berpegangan tangan etc ( tp sya mengerti benar hal2 yang tidak boleh dilakukan sebelum menikah ).
    jadi harus bagaimana?
    dalam hal ini , sya bnyak sekali melihat kekurangan dan kelebihan yang tersirat pada keputusan orang tua,,,,

  7. Dari semua artikel, nampaknya artikel ini yang banyak peminatnya. sukses ni Ibu yang dah nyadurkan ni artikel. Moga berguna aja.

    Kalo banyak pengunjung di artikel ini, tu berarti warga pengunjung juga pada rindu tuk menikah. Wah, selamat deh…. karena semua pengunjung masih punya keinginan tuk menyempurnakan din Islam. Tapi masalahnya, para pengunjung di sini kan kebanyakan anak kuliahan ?????

    Ya permasalahannya hampir sama dengan yang dialami oleh saudari kita yang tulisannya ada di atas tulisan saya. Bingung juga sih harus bagaimana. Hati rindu menikah lantaran takut berbuat dosa. Tapi begitu banyak batu ganjalannya.

    Terkadang kita gak habis pikirkan, kenapa orang2 dulu cepat bangat nikahnya. Umur belasan tahun dah menikah. Sementara ketika umur kita dah 20-an, masih dikatakan dini tuk nikah. Apa karena tuntutan pendidikan? Padahal ” menuntut ilmu itu dari buaian sampai ke liang lahat “. Sementara banyak pula orang yang mengkhawatirkan ( terutama bagi laki2 ) menikah cepat takut gak bisa ‘ngasi makan’ belahan jiwanya. Wah makin kacau nih persepsi beginian. Sebab rezeki itu kan Allah yang ngatur, lalu apa yang dirisaukan?

    Bagi kita yang kuliah, ternyata penghalang kita hanya secarik kertas yang bernama ijazah. Makanya kasus saudari kita di atas bahwa dia harus tamat kuliah baru nikah. ( andai aja ijazah bisa dibeli atau dipalsukan pasti banyak yang cepat nikah ).

    Entahlah.

  8. Assalaamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh

    bismillah,,
    sungguh ketika ana menuls comment ini
    maaf sebelumnya karena bukan komentar yang akan saya lontarkan
    tetapi lebih kepada beberapa pertanyaan terkait proses menuju pernikahannya
    ‘jika orang tua benar2 menentang keinginan kita untuk menyegerakan menikah
    karena alasan akademik yang belum selsei, ditambah dengan kakak adanya kakak yang belum menikah.’
    1. bagaimana cara kita meyakinkan orang tua kita?
    2. bila setelah dijelaskan panjang lebar, apa yang yang melatarbelakangi kita untuk menyegerakan menikah, tetapi orang tua tetap tidak setuju terutama ayah, apakah kita tetap memaksakan kehendak kita?
    3. ataukah, dengan sabar menunggu hingga restu itu mengalir dengan sendirinya?
    saya berharap ibu dapat menjawab beberapa pertanyaan di atas.

    syukron wa barakallah

    jazakillah khoir..

    Wassalaamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh

  9. Ass…
    Menikah itu memang musti direncanakan, minimal 3 bulan sebelum dilaksanakan.
    Kalau Pcik pribadi sudah sejak SMA merencanakannya. Karena itu sangat menentukan masa depan kita.
    So… menikahlah karena menikah itu indah

  10. Asslkum….

    Subhanallah……
    allah itu indah, islam itu suci…..
    Nikah adalah penyempurna agama kenapa harus di tunda….
    ana pribadi ingin menyegerakan…..
    Alahamdullillah MR ana pun sudah memberi ana lampu hijau untuk menyegerakan sedangkan bunda masih ragu tapi ana yakin dengan ketetapan Allah ini adalah yang terbaik buat ana semoga Ikhwa dan Ukhti juga akan diberi kan jalan untuk kesempurnaan agama kita Aminnnn….
    Jazakillah

  11. Ping-balik: Maka Menikahlah Saudaraku [Part 1] « Wahyu Kresna El Haidar

  12. TELAH TERBIT!!
    PROPOSAL NIKAH; Sebuah Kado Untuk Calon Pendamping Hidupku

    Buku setebal 104 halaman ini merupakan salah satu jawaban bagi setiap pemuda yang ingin menikah. Buku ini dibahas secara sistematis layaknya proposal pada umumnya. Di mulai dari Sebuah Surat Pengantar, Biodata, Muqaddimah, Latar Belakang, Landasan ……Pemikiran, hingga Khatimah. Buku ini disampaikan dengan bahasa curhat. Bahkan buku ini bisa anda gunakan langsung sebagai proposal nikah untuk calon pendamping hidup anda.

    HARGA : Rp. 18.000,-
    (plus Ongkos kirim Rp. 7.000,-)

    CARA PEMESANAN :
    1. Transfer harga buku + ongkos kirim ke Rekening BCA 8030092431 atas nama Hartanta

    2. Konfirmasi pembayaran via sms ke 085-641-037-089

    3. Buku akan segera kami paketkan ke alamat anda.

    BAGI YANG BERMINAT JADI DISTRIBUTOR, Kami Berikan DISKON 45%. SEGERA!!

  13. maaf kalo proposal nikah yang didalamnya ada angggaran dana formatnya seperti apa mungkin Anda bisa berbagi ilmu dengan saya ? terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s