puisi dari Guantanamo

saat duduk diteras mushola kampus nan amat kucintai

mataku tertuju pada kolom inspirasi sebuah majalah yang sedang ku baca

yach..aku terinspirasi tuk menulisnya di blogku ini

semoga yang membaca juga terinspirasi🙂

 

DIBAWAH BELENGGU PENGHINAAN

Ketika aku mendengar merpati bersuara di atas dahan yang tinggi

Air mata yang hangat membasahi wajah ini

Suara burung itu, membuatku menyusun pesan

Untuk anakku lelaki seorang…

Muhammad, anakku, ayahmu menderita

Dikepung rasa putus asa

Hanya Allah saja yang membuatku tidak gila

Para penindas itu mempermainkan aku

Dan mereka begitu leluasa di muka dunia

Mereka memintaku memata-matai saudaraku sendiri

Dengan menjanjikan harta dan tanah

Serta kebebasan kemana saja aku mau

Godaan mereka menyerang ayahmu

Seperti petir diangkasa biru

Tapi yang mereka berikan adalah bisa seekor ular

Mulut mereka membawa racun yang siap disengatkan

Amerika punya patung Liberty tanda kebebasan

Serta kemerdekaan untuk berpikiran

Tapi kini aku kabarkan pada kalian

Amerika adalah arsitek segala ketidakadilan

Amerika menari diatas punggung anak yatim

Serta meneror mereka setiap hari

Berhati-hatilah Bush…

Dunia telah tahu tentang Betapa pembohong dan arogannya dirimu

Hanya kepada Allah saja semua kuadukan…

Seluruh kesakitan dan penderitaan

O..Muhammad anakku…

Jangan lupakan aku..ayahmu

Doakan aku, sebab ayahmu adalah seorang yang sangat takut pada Allah

( catatan seorang tahanan Guantanamo…Sami al-Haj)

 

APAKAH BENAR?

Apakah benar rumput tumbuh kembali setelah hujan?

Apakah benar bunga mengembang kembali di musim semi?

Apakah benar burung akan kembali terbang pulang?

Apakah benar ikan-ikan salmon juga berenang pulang mengarungi jeram?

Itu semua benar

Semuanya benar

Semua adalah keajaiban

Tapi apakah benar, kami semua akan pulang

pergi meninggalkan pantai Guantanamo yang jahannam

Apakah benar suatu hari kami akan pulang?

Aku berlayar dalam mimpi mendamba aroma rumah

Bersama anak-anakku belahan jiwa

Bersama istriku, satu-satunya yang kucinta

Bersama orang tuaku yang menjadi tambatan jiwa

Aku bermimpi pulang…keluar dari tahanan

Wahai para hakim dengarlah suara ini!!!

Apakah kalian mendengar kami???

Tak ada salah yang kami perbuat hingga berakhir ditempat ini

Bebaskan kami, merdekakan kembali

Jika masih ada keadilan dan kemanusiaan…DI DUNIA INI!!!

( catatan Usamah Abu Kabir )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3 thoughts on “puisi dari Guantanamo

  1. Allahuakbar

    semoga saudara-saudara kita diberi hati yang sabar..

    karena bagi orang-orang yang sabarlah pahala yang tidak putus-putus dari Ar Rahim..

    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s