karakter muslim negarawan

Amanah besar yang dititipkan dari hasil Musyawarah Nasional V (Munas V) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Palembang ialah setiap kader KAMMI bias mengaktualisasikan potensi dirinya menjadi sosok Muslim Negarawan. Dalam pandangan KAMMI, krisis kepemimpinan di tingkat nasional adalah minimnya sosok manusia Indonesia yang memiliki mentalitas dan sikap sebagai negarawan. Penjualan aset-aset berharga yang dimiliki negeri ini tidak secara bijak, kebijakan-kebijakan yang tidak memihak pada perlindungan seluruh potensi baik yang dimiliki masyarakat dan mendahulukan kepentingan individu atau kelompok daripada kepentingan bangsa merupakan salah satu indikasi dari kurangnya mentalitas negarawan. Korupsi dan menjual informasi berharga yang dimiliki bangsa ini dengan murah pada bangsa lain menunjukan hilangnya jiwa kenegarawanan bangsa.

KAMMI, sesuai visinya melahirkan pemimpin yang tangguh di masa depan berupaya untuk bersikap bijak bahwa ketimpangan bangsa ini harus diselesaikan dengan upaya perbaikan dan tawaran-tawaran solusi yang terbaik. Bahwa pasca bergulirnya reformasi gerakan mahasiswa tidak sekedar menampilkan sosok kepemudaannya sebagai anak bangsa yang kritis, lebih dari itu pemuda adalah pewaris yang sah atas masa depan negeri ini, maka ia ikut bertanggung jwab membangun negeri ini. Dalam proses pembanngunan ini kader KAMMI dituntut untuk seimbang dalam memandang persoalan secara kritis dan konstruktif.

Muslim negarawan adalah kader KAMMI yang memiliki basis ideologi Islam yang mengakar, basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan, idealis dan konsisten, berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa, serta mampu menajdi perekat komponen bangsa dalam upaya perbaikan.

Bangsa dan umat ini membutuhkan para pemimpin perubahan yang memiliki idealisme dan kompetensi yang diperhitungkan. Para pemimpin itu terlahir dalam rahim gerakan Islam yang tertata rapih (quwwah al munashomat), semangat keimanan yang kuat (ghiroh qawiyah) dan kompetensi yang tajam. Tiga hal ini merupakan syarat utama menculnya sosol muslim negarawan yang memiliki keterpihakan pada kebenaran dan terlatih dalam proses perjuangannya.

Secara aplikatif sosok kader muslim negarawan harus memiliki kompetensi kader yang harus dilatih sejak dini. Kompetensi kritis ini adalah kemampuan yang harus dimiliki kader yang dirancang sesuai kebutuhan masa depan sebagaimana yang dirumuskan dalam visi KAMMI, sebagai berikut:

1. Pengetahuan Ke-Islam-an

Kader harus memiliki ilmu pengetahuan dasar keIslaman, ilmu alat Islam, dan wawasan sejarah dan wacana keIslaman. Pengetahuan ini harus dimiliki agar kader memiliki sistem berpikir Islami dan mampu mengkritisi serta memberikan solusi dalam cara pandang Islam.

2. Kredibilitas Moral

Kader memiliki basis pengetahuan ideologis, kekokohan akhlak, dan konsisten dakwah Isslam. Kredibilitas moral ini merupakan hasil dari interaksi yang intensif dengan manhaj tarbiyah Islamiyah serta implementasinya dalam gerakan (tarbiyah Islamiyah harokiyah).

3. Wawasan Ke-Indonesia-an

Kader memiliki pengetahuan yang berkolerasi kuat dengan solusi atas problematika umat dan bangsa, sehingga kader yang dihasilkan dalam proses kaderisasi KAMMI selain memiliki daya kritis, ilmiah dan obyektif juga mampu memberikan tawaran solusi dengan cara pandang makro kebangsaan agar kemudian dapar memberikan solusi praktis dan kompeherensif.

Wawasan ke-Indonesia-an yang dimaksud adalah penguasaan cakrawala ke-Indonesia-an, realitas kebijakan publik, yang terintegerasi oleh pengetahuan indisipliner.

4. Kepakaran dan Profesionalisme

Kader wajib menguasai studi bidangnya agar memiliki keahlian spesialis dalam upaya pemecahan problematika umat dan bangsa. Profesionalisme dan kepakaran adalah syarat mutlak yang kelak menjadikan kader dan gerakan menjadi referensi yang ikut diperhitungkan publik.

5. Kepemimpinan

Kompetensi kepemimpinan yang dibangun kader KAMMI adalah kemampuan memimpn gerakan dan perubahan yang lebih luas. Hal mendasar dari kompetensi ini adalah kemampuan kader berorganisasi dan beramal jama¢i. Sosok kader KAMMI tidak sekedar ahli di wilayah spesialisnya, lebih dari itu ia adalah seorang intelektual yang mampu memimpin perubahan. Di samping mampu memimpin gerakan dan gagasa, kader pun memiliki pergaulan luas dan jaringan kerja efektif yang memungkinkan terjadi akselerasi.

6. Diplomasi dan Jaringan

Kader KAMMI adalah mereka yang terlibat dalam upaya perbaikan nyata di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia harus memiliki kemampuan jaringan, menawarkan dan mengkomunikasikan fikrah atau gagasannya sesuai dengan bahasa dan logika yang digunakan berbagai lapis masyarakat. Penguasaan skill diplomasi, komunikasi massa dan jaringan ini adalah syarat sebagai pemimpin perubahan.

tulisan seorang teman
Yuda aldurra
Kaderisasi KAMMI Cilegon 06-07
Grand Design & Orientasi Manhaj Kaderisasi 1427 H

4 thoughts on “karakter muslim negarawan

  1. klo menurutku karakter seorang muslim ( bentuk keimanan ) adalah ketabahan menghadapi cobaan dan mengamalkan dalam perbuatan! sepakat!

  2. mantap, sepakat kawan dengan tulisan di atas, akan tetapi kenyataan di lapangan, kita belum mampu mengaplikasikannya dengan baik. malahan banyak kader yang sekarang ini sudah mengalami degradasi orientasi sebagai kader KAMMI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s