wahai hati

puisi ini adalah karya seorang teman

mungkin yang baca bisa bantu…

apa sebenarnya inti dari puisi ini

karena saya agak kurang mengerti🙂

Wahai Hati

Wahai diri yang memasung hati
Kulihat ketidak benaran itu
Apakah aku harus diam?

Wahai diri yang memasung hati
Kulihat banyak kebohongan disana
Apakah aku harus bersabar?


Wahai diri yang sudah terpasung hatinya
Mengapa kau tak melihat kebohongan itu?
Mengapa kau tutupi ketidakbenaran itu?
Mengapa kau tutup mata dan menulikan telingamu?
Akankan kau korbankan mereka yang lain
Demi diri yang sudah terpasung hati

Menutup matamu akan kebohongan?
Mematikan hatimu menutupi kebenaran?
Akankah kau matikan lentera hatimu
Demi diri yang sudah terpasung hati

Wahai penggenggam semua hati
Kau tahu..apa yang bergolak dihati ini
Ku tak mampu..membuka kebohongan
Dengan dirinya yang sudah terpasung hati

Wahai penggenggam semua hati
Biarlah hatiku saja yang terlepas dari pasungannya
Biarlah kediaman ini..menjadi penyelamat diri dan hati ini
Karena ku tak mampu..melepaskan pasung
Pada diri yang sudah terpasung hatinya

9 thoughts on “wahai hati

  1. Hmmm…, aku baca kata kuncinya dulu.
    * memasung=memborgol, mengikat
    * terpasung=terikat, terborgol
    * hati=qalbu
    * … = …

    Siapa yang memasung dan terpasung hatinya dari kebenaran dan kebohongan? Tapi kenapa ada kalimat memasung, terpasung dan melepaskan pasungan? Walah…aku ra mudeng.

    Ukhti… doakan aku agar tidak tertutup hati dan matanya dari kebenaran Ilahiyah. Maafkan aku kalau ada khilafiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s