mengetuk dinding jiwa…..

sunsetjika membaca “mengetuk dinding jiwa” ini bukan bermaksud tuk membahas sebuah buku Imam Jauzy yang diterjemahkan oleh M.Nur Lili tetapi mungkin inilah yang pantas terucap tuk 10 hari sewaktu pulkam lalu

ntah mau menceritakan apa pada blogger semua tentang liburan yang hanya 10 hari itu…karena simfoni naluri dah sangat menyatu dengan begitu banyak warna pelangi hati.

yang pasti….pelangi hati itu begitu indah saatku melihat sunset di pantai pandan nan indah…yang membuatku bersyukur masih bisa menangis saat menatapnya….seakan alam waktu itu mendekapku kuat dan membuaiku…masih bisa melihat warnanya yang mewarnai air laut…dan masih bisa mendengarkan suara sorak sorai anak-anak kecil berenang….mereka tertawa seakan dunia ini begitu damai tidak ada masalah….indahnya masa anak-anak…inginnya ku terbang ke episode hidupku yang lalu..saatku belum tau betapa getirnya menapaki hidup ini dan ingin merubah setiap episode kedepan

tiupan angin….

saatku duduk sendiri menatap pantai pandan yang mulai memerah yang membuatku takjub dan membuat dinding jiwaku terketuk dengan segala yang tlah kujalani selama ini

satu persatu tak terasa tetesan air mataku mulai menambah suasana sore itu…aku teringat pada bait-bait lantunan nasyid opick


Dihempas gelombang dilemparkan angin

Terkisah kubersedih, kubahagia

Di indah dunia yang berakhir sunyi

Langkah kaki di dalam rencanaNya

Semua berjalan dalam kehendakNya

Nafas hidup cinta dan segalanya


Dan tertakdir menjalani

Segala kehendakMu yaa Robbi

Kuberserah… kuberpasrah

Hanya padaMu yaa Robbi

Dan tertakdir menjalani

Segala kehendakMu yaa Robbi

Kuberserah… kuberpasrah

Hanya padaMu yaa Robbi

Bila mungkin ada luka, kau coba bersabarlah

Bila mungkin ada tawa, kau coba bersabarlah

Karena air mata tak abadi

Akan hilang dan berganti… (hilang dan berganti)

Bila hidup hampa yang dirasa

Mungkinkah hati merindukan Dia

Karena hanya denganNya hati tenang

Damai jiwa dalam dada

Dan tertakdir menjalani

Segala kehendakMu yaa Robbi

Kuberserah… kuberpasrah

Hanya padaMu yaa Robbi

Dan tertakdir menjalani

Segala kehendakMu yaa Robbi

Kuberserah… kuberpasrah

Hanya padaMu yaa Robbi

semoga melodi yang tercipta ini membuatku lebih tegar menapaki jalan nan penuh cobaan…jalan yang membuatku bisa bermuhasabah..bisa menambah syukurku pada-Nya…semoga nanti hati ini bisa bening

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,”Kami telah beriman.”(“I am full of faith to Allah”)sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta.”
Surat Al-Ankabut ayat 2-3
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,”
Surat Al-Baqarah ayat 286
“……dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”
Surat Yusuf ayat 12
teriring salam penuh cinta tuk orang-orang yang selalu berada disisi saat-saat pelangi itu mulai penuh warna……kalian motivasi bagiku….walau aku ingin menceritakan semua cerita hidupku pada kalian, namun biarlah aku selalu menjadi kuat di hadapan kalian, karena semua keluh..tangis dan senyuman kalian cukup membuatku kuat tuk menapaki jalan ini
dibalik ini semua kan kurengkuh ibrohnya…semoga….SEMANGAT!!!

13 thoughts on “mengetuk dinding jiwa…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s