tuk mu sang negarawan

kammi

Puisi ini hanyalah secuil apresiasi seorang Mahasiswa Indonesia di Mesir untuk para pejuang KAMMI khususnya untuk momen muktamar 6 KAMMI, semoga antum semua terinspirasi

Pernyataan Sang Negarawan

Negarawan 1

Dulu aku bangga kakek cerita luhurnya jiwa tentara

Dulu busung dadaku kata ‘MERDEKA’ diusung gempita

Dulu orasi yang berkobar tlah gembleng rakyat tuk bersabar

Tapi zaman ini masa lalu telah menjadi abu

Pun masa depan tlah terbang tak berbayang

Aku memang pejuang reformasi yang telah goyangkan itu kursi

Yang pernah citakan bangsa terbebas dari penindas

Yang inginkan minyak murah agar rakyat tak lagi susah

Yang impikan ibukota bangsa seindah Paris dan Venesia

Tapi idealisme ini tak lagi membekasi hati

Demonstrasi kami tak lagi punyai arti

Aku pejuang reformasi tak mampu lagi urusi negeri

Jas perjuangan ini kan kulumat sepenuh hati

Negarawan 2

Wahai Bung Reformasi,

Kemuliaan Engkau harapkan

Namun kakimu melangkah dalam surga mimpi yang nyaman

Kau tanggalkan jas perjuangan

Dan Kau sebarkan virus keputusasaan

Kaukah itu Bung? Generasi 98 yang gemilang

Mana suara lantangmu dalam barisan yang menderu-deru

Negarawan 1

Maaf Bung, Demo Bermasa-masa sedang perubahan tak lagi terasa

kereta sejarahku tlah lama berlalu

Karena tikus-tikus dewan masih mencuri tanpa malu

Negarawan 2

masih ada dewan terhormat yang selalu bela rakyat

Negarawan 1

Tapi di Negeriku tuan bermerci sibuk membangun villa pribadi

Negarawan 2

masih banyak pengusaha berderma seluruh harta

Negarawan 1

Tapi di Negeriku para santri saling membenci di tugu monas

Negarawan 2

masih banyak santri-santri menyeru persatuan negeri

Negarawan 1

Tapi di negeriku para gadis masih obral diri dengan gratis

Negarawan 2

masih banyak mahasiswi-mahasiswi suci membina diri

Negarawan 1

Tapi, sudahlah Bung,

kebaikan segantang tak mampu sirami negeri yang membentang

Salehnya para aktivis takkan sanggup buat bandit-bandit negeri tobat menangis

Sudahi saja mimpi ini Bung, Biarkan bangsa diurus pejabat tua

Biarkan mahasiswa urus diri mereka dan cari lowongan kerja

Negarawan-negarawan muda tak lebih dari bualan

Karena negeri ini masa depannya kian berantakan

Negarawan 2

Hai Bung, inikah batas kesabaran negarawan harapan?

Krisis dan tantangan mandulkan nyali dan keberanian

Hai Bung, lupakah kau semboyan tokoh yang slalu Kau teriakan

“Orang yang hidup untuk dirinya sendiri

ia hidup sebagai orang kerdil mati sebagai orang kerdil

Orang yang hidup untuk orang lain

ia hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar”

Akankah Kau duduk menunduk dan biarkan masalah bangsa bertumpuk-tumpuk

Jika itu yang Bung inginkan, maka biarkan ku buat pernyataan:

Wahai Penduduk Negeri! Aku berdiri di kesunyian

Sendiri berteriak lantang penuh keyakinan

Tanganku melepuh menggenggam erat api harapan

Tuk gugah citamu yang sekarat menuju kematian

Masa depan bangsa hanya ditangan barisan tak kenal putus asa

Pemuda berlemah hati yang urusi hajat sendiri

silakan duduk terpatri, menonton dan menanti

Terbitnya Sudirman-Sudirman baru yang angkat lagi wibawa serdadu

Natsir-Natsir Muda yang kembalikan kejayaan agama

Hamka masa depan yang tulis tafsir berjilid puluhan

Dan generasi Rahmat Abdullah yang seru orang kepada Allah

Negeriku kan segera bangkit karena harapan itu segera terbit

Negarawan 1

Bung, mungkinkah mimpimu yang agung kan rontokkan krisis yang menggunung?

Negarawan 2

Ya!!! bencana bangsa memang berturut di tiap kota

Konflik etnis dan agama perbesar luka yang menganga

Barang murah terus merangkak ke puncak harga

Dan musibah bangsa melimpah-limpah tiada tara

Tapi untuk itulah kita ada

Pemuda lahir tuk tuntaskan krisis yang tak kunjung berakhir

Harapan yang telah mati akan kita hidupkan kembali

Semangat yang tlah sekarat kan kita tekadkan bulat-bulat

Untuk itulah kita ada

Untuk bangun bumi manusia

Bangkit penduduk negeri !

Bangkit Bung ! Kita kembali ke lapangan dan kenakan jas perjuangan

Bela agama sempurnakan kemerdekaan

Kita lantangkan kembali sebuah pernyataan,

Negarawan 1

Pernyataan Sang Negarawan:

Negarawan 2

Wahai penduduk negeri, kan kutinggikan lembaran qur’an

Dan berlari berbekal pedang membelah lautan

Kudaki pula tangga langit menuju kota para ilmuwan

Tuk isi gua hati dengan benderangnya cahaya Tuhan

Wahai penduduk negeri, musibah, fitnah serta ujian

Adalah pajak abadi kemuliaan para pahlawan

Kuberjanji pada sejarah tuk berbekal keberanian

Kembali tuk penduduk negeri hiasi bumi dengan keadilan

2 thoughts on “tuk mu sang negarawan

  1. berawal dari mimpi, kesuksesan itu menghampiri.
    dan hanya mereka yang tahan banting dan tak kenal lelah tuk terus berjuang, yang akan memebrikan perubahan bagi negeri ini.

    bermimpilah, lecut semangat ini dengan keyakinan akan tercapainya mimpi itu. dan mulailah dengan aksi tuk hari ini. semoga Allah meridhoi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s