Ummu Haram binti Milhan: Teladan Kebajikan yang Syahid di Laut Putih

Keluarga Milhan Al-Anshari tergolong keluarga para sahabat mulia yang beruntung mereguk manisnya keimanan. Di dalam hati mereka bersemi rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka beruntung menyantap hidangan Islam dan hidup bahagia. Dengan izin Allah, mereka akan mendapatkan balasan yang baik di akhirat. Mereka tergolong orang-orang yang terdahulu masuk Islam. Di antara mereka yang beruntung mendapatkan keridhaan Allah adalah Ummu Haram binti Milhan bin Khalid Al-Anshariyyah An-Najjariyyah. Dia adalah bibi seorang sahabat mulia, yaitu Anas bin Malik, dan istri seorang sahabat bernama Ubbadah bin Ash-Shamit.

Ibnu Umar berkata, “Rasulullah SAW datang di Masjid Quba dengan berkendaraan atau berjalan kaki, lalu mengerjakan shalat dua rekaat.” (HR. Muslim)

Di Quba, dibangun sebuah masjid berdasarkan ketakwaan. Allah berfirman, “Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya.” (At-Taubah: 108)

Di lembah yang penuh berkah inilah (Quba), Ummu Haram tinggal dan termasuk sebagai salah seorang penduduknya. Dia memiliki kedudukan mulia di sisi Rasulullah. Banyak riwayat menerangkan bahwa Rasulullah sangat hormat kepadanya dan sering berkunjung ke rumahnya, sekaligus tidur siang di sana. Dan terkadang beliau shalat di sana.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Anas, “Suatu ketika Rasulullah datang kepada kami. Ketika itu tiada orang selain saya, ibuku, dan bibiku (Ummu Haram). Beliau bersabda, “Bangunlah kalian semua. Sungguh aku akan melaksanakan shalat dengan kalian.” Lalu beliau shalat dengan kami. Setelah itu beliau berdoa untuk kami dan ahli bait demi mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.”

Ketika suatu hari Rasulullah berziarah kepada Ummu Haram, dia membuatkan makanan dan menghidangkannya kepada beliau. Ummu Haram duduk seraya memeriksa kepala Rasulullah yang mulia untuk membersihkan kutu darinya, kemudian Rasulullah tertidur. Setelah terbangun, beliau tertawa dan memberikan kabar gembira kepada Ummu Sulaim bahwa dia adalah seorang yang akan mendapatkan syahid. Oleh karena itu dia dipanggil “Asy-Syahidah”. Kelak, prediksi Rasulullah tersebut akan mendapatkan relevansinya.

Ummu Haram termasuk salah seorang shahabiyah yang memiliki jasa besar dalam mendirikan bangunan-bangunan kemuliaan dan merealisasikan amal-amal shalih. Dia adalah suri teladan yang baik dalam berbagai keutamaan.

…Ummu Haram telah membangun berbagai bidang kebaikan yang tidak terhitung jumlahnya. Kebajikan yang paling menonjol darinya adalah kecintaan menjadi syahid di jalan Allah, kedermawanan, dan sikap itsar

Ummu Haram telah membangun berbagai bidang kebaikan yang tidak terhitung jumlahnya. Kebajikan yang paling menonjol darinya adalah kecintaan menjadi syahid di jalan Allah, kedermawanan, dan sikap itsar (mengutamakan orang lain). Lebih dari itu, dia juga adalah perawi hadits Nabi yang mulia. Dia meriwayatkan lima buah hadits dari Rasulullah. Para sahabat dan tabiin yang terkenal pun meriwayatkan hadits darinya.

Seperti kebanyakan para sahabat wanita lainnya, Ummu Haram pun memiliki kontribusi yang besar membantu pasukan kaum muslim dalam berbagai peperangan. Ummu Haram selalu menunggu rombongan pasukan perang kaum muslimin agar bisa turut serta dengan mereka. Bahkan dia tak segan untuk bergabung dengan pasukan muslim bertempur memerangi musuh Islam.

Diceritakan bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan terjadi berbagai penaklukan besar di darat. Khalifah Utsman berpandangan bahwa untuk penyerangan ke Romawi harus bertolak dari Pulau Cyprus, dengan armada laut. Kemudian Khalifah Utsman memutuskan penyerangan itu jadi dilaksanakan. Timbullah pertanyaan, “Bagaimana tentara Islam dapat menyerang Romawi, sedangkan mereka tidak pernah naik kapal laut sebelumnya.”

Untuk mengatasi perkara tersebut, Khalifah Utsman mengadakan musyawarah. Mereka puas dengan penyerangan Cyprus yang tidak direncanakan sebelumnya. Angkatan laut pasukan Islam pun terbentuk setelah musyawarah tersebut. Pada saat itu, Khalifah Utsman mengizinkan Muawiyah bin Abu Sufyan untuk menggunakan kapal laut guna mengadakan serangan ke Cyprus, mereka pun berlayar dari Syam. Kemudian Allah menetapkan kemenangan bagi kaum muslimin, dan Cyprus pun menjadi bagian kekuasaan kaum muslimin.

Dalam peperangan tersebut Ummu Haram masuk ke dalam jajaran para mujahidah. Dia mendapatkan syahid dalam peperangan itu. Dengan demikian, berita gembira yang diterimanya dari Rasulullah menjadi kenyataan dalam waktu yang tidak lama. Hadits tentang kesyahidannya diriwayatkan enam imam hadits di dalam kitab mereka. Sebagaimana tertulis dalam kitab sirah, biografi, dan thabaqat. At-Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dengan sanadnya dari Anas bin Malik. Suatu ketika Rasulullah SAW datang kepada Ummu Haram binti Milhan, lalu dia memberi Rasulullah makanan. Dia duduk seraya mencari kutu dari kepala Rasulullah, sampai beliau tertidur. Kemudian beliau terbangun dan tertawa. Ummu Haram bertanya, “Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Diperlihatkan kepadaku rombongan manusia dari umatku. Mereka berlayar untuk berperang di jalan Allah. Mereka laksana para raja yang sedang bergembira. Aku (Ummu Haram) berkata, “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar menjadikan diriku bagian dari mereka.” Rasulullah pun berdoa untuknya, lalu meletakkan kepalanya dan tertidur kembali. Beliau terbangun dan kembali tertawa.

Ummu Haram berkata, “Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Diperlihatkan kepadaku rombongan manusia dari umatku. Mereka berlayar untuk berperang di jalan Allah. Mereka laksana para raja yang sedang bergembira.” Ummu Haram bertanya, “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar menjadikan diriku bagian dari mereka.”

Rasulullah bersabda kepadanya, “Engkau termasuk golongan awwalun, orang-orang yang terdahulu.” Anas menceritakan, “Dikatakan bahwa pada zaman Muawiyah bin Abi Sufyan, Ummu Haram ikut berlayar. Ketika mendarat, Ummu Haram diserang binatang tunggangannya hingga wafat.”

…mimpinya tentang kesyahidan telah menjadi kenyataan. Ummu Haram termasuk salah seorang mujahidah pertama dalam Islam yang ikut penyerbuan di Laut Putih…

Demikianlah, mimpinya tentang kesyahidan telah menjadi kenyataan. Ummu Haram termasuk salah seorang mujahidah pertama dalam Islam yang ikut penyerbuan di Laut Putih. Dia menjemput kesyahidan di jalan Allah setelah pertempuran di laut itu. Sungguh indah ketika Abu Na’im menyebutkan tentang Ummu Haram, dia berkata, “Manusia paling mulia. Syahidah di pertempuran laut. Perindu surga. Dialah Ummu Haram.”

Ummu Haram syahid pada tahun 27 Hijriah dan dimakamkan di Cyprus. Hisyam Al-Ghaz menyebutkan, “Makam Ummu Haram binti Milhan berada di Cyprus. Orang-orang mengatakan bahwa ini adalah makam wanita shalihah.” Semoga Allah ridha kepada Ummu Haram binti Milhan dan menjadikannya bersama orang-orang terdahulu di dalam Surga Firdaus. [ganna pryadha/voa-islam.com]

Referensi: Ahmad Khalil Jam’ah, Nisaa` min ‘Ashri An-Nubuwwah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s