dari suamiku…

Perasaan ini selalu menggodaku. Perlahan dengan kelembutannya selalu masuk ke relung hati. Kemudian ia bertanya kepada hati, “kenapa rautan senyum bahagia selalu terukir di wajahku?”, sang hatipun berkata “ketika malam tiba tepat di depan wajahku rembulan nan indah selalu membelai lembut ke qalbu, ketika fajarpun menyapa tepat di depan wajahku sang mentari tersenyum ikhlas kepadaku, ketika matahari akan tenggelam di ujung lautan tepat di depan wajahku ku lihat betapa indah dan syahdu sambutan kasihmu.” Balas hatipun bertanya,”apalagi alasan yang bisa ku ucapkan untuk berkata tidak bahagia?”

(secarik tulisan jiwa buat istriku tercinta, Medan, 14 Juni 2010…Rusdi Saleh Koto)

***************************************************************

4 thoughts on “dari suamiku…

  1. Tulisan mu mengingatkan pada teman akhwat sy yang sekarang lagi dirudung kebencian dan dendam terhadap suaminya…
    Napa, karena ia dulu berniat hendak mau menikah lagi…tapi niat suami karena dasar tanggung jawab hendak menyelamatkan temannya dari kemurtadan suami temannya…

    Yang sy lihat sih ngga ada komunikasi bathin antara istri dgn suaminya…..

    • Mungkin penyampaian suami kurang bijak,,jika istrinya seorang akhwat seharusnya dapat menerima alasan seperti itu. Allohu a’lam,, apa yang terjadi sebenarnya di keluarga mereka hanya Alloh dan mereka yang lebih tahu,,kita khusnudhon saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s