Visi Keluarga

Suatu siang yang sangat cerah, anda keluar dari rumah, berpakaian rapi, berdandan necis, membawa sebuah tas ransel berisi beberapa perbekalan. Sebelum meninggalkan rumah, anda peluk istri anda, sembari membisikkan kata-kata sayang dan minta agar didoakan. “Semoga perjalanan Kanda sukses”, kata isteri anda. Dengan mantap hati anda berjalan menuju halte tempat pemberhentian bus umum. Ada sangat banyak bus lalu lalang di jalan raya, namun perhatian anda fokus kepada bus yang akan membawa anda ke stasiun Gambir. Anda biarkan saja bus-bus itu berseliweran mencari penumpang, dan anda tidak menaikinya kendati awak bus berteriak-teriak menawari anda. Baca lebih lanjut

Iklan

Tidak Pernah Terlambat Untuk Meraih Sukses………

Berapa usia anda sekarang ? Bisa saya pastikan belum ada yang mencapai delapan puluh tahun saat membaca tulisan saya ini. Apakah anda telah menjadi orang yang sukses pada usia anda sekarang ? Jika anda merasa belum sukses, jangan khawatir dan jangan pernah berputus asa. Ternyata sukses bukan masalah usia. Dia bisa datang pada usia muda atau usia tua.

Toyo Shibata jelas tidak lagi muda. Pada usianya yang hampir 100 tahun, perempuan Jepang itu memunculkan buku kumpulan puisi, dan baru pertama kali itu pula ia menerbitkan buku. Tidak dinyana, buku berjudul Don’t Be Frustated tersebut laris manis. Sampai dengan Desember 2010 kemarin, telah menembus angka penjualan 1.500.000 eksemplar. Sangat fantastis. Sementara di Jepang, buku puisi disebut sukses jika sudah mencapai 10.000 eksemplar.

Buku perdana Toyo Shibata berhasil masuk The 10 Best Seller 2010 versi Touhan, penerbit buku terbesar di Jepang. Uniknya, ia baru mulai menulis saat berusia 92 tahun. Luar biasa, benar-benar nenek yang produktif. Usia tidak menghalanginya berkarya dan bekerja meraih sukses. Padahal kita lihat banyak orang tua di sekitar kita yang sudah tidak berpikir lagi untuk menghasilkan karya besar. Bahkan banyak juga anak muda yang tidak memiliki keinginan kuat untuk sukses dan memiliki karya monumental. Baca lebih lanjut

kepingan hidupku….di bandung

Sudah lama tidak menulis di rumahku ini, rindu…ternyata rutinitas baru tak sempat membuatku menggoreskan tulisan virtual 😀 tak terasa hampir 4 bulan aku hidup disini setelah sidang skripsi S1 ku bersama suami…di Bandung.

Perlu banyak penyesuaian disini, mulai dari cuaca dingin yang berbeda dengan teriknya Medan. Lidah yang belum terbiasa tanpa “pedas” dan tentunya pekerjaan yang menyita waktu hingga rindu aktivitas dulu sewaktu di Medan…menikmati sore hingga malam di jalanan kota Medan, aku hanya berkata Rinduuuuuuuuuuuuuuuuuuu padamu Medaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan 😀 tapi yakin jalan hidup ini adalah yang terbaik yang telah diberikan-Nya untukku dan suamiku, insya Allah banyak hikmah dibalik semuanya. Keep Bersyukur!!! 🙂 Baca lebih lanjut