Dalam Balutan Cinta Janji Bertemu di Surga

Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja’ bin Amr An-Nakha’i, ia berkata: “Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia kuat beribadah dan sangat rajin. Suatu saat dia mampir berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga padanya. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang melamarnya kepada ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya.

Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, “Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku.”

Baca lebih lanjut

lafadz rindu pada Ramadhan

Saat ini…kubertanya pada mata

Apa yang selama ini kau lihat?

Apakah pandanganmu tlah terjaga?

Aku pun diam…

Ku bertanya lagi pada mulut…

Bagaimana perkataanmu selama ini?

Berapa hati yang terluka akan semua kata-katamu?

Berapa banyak hati yang tenang atas taujihmu?

Berapa???

Satu…Dua…Tiga…atau bahkan tak ada???

Apakah lebih banyak yang tersinggung akan perkataanmu dibandingkan taujihmu?

Apakah kau yakin mutarobbimu “tersentuh” akan semua charger semangat darimu?

Jawab!!!

Baca lebih lanjut

semangat!

Cuma share doang…buat nyemangati kita lagi. Tepatnya waktu syuro’ di sekret KAMMI DAERAH SUMUT….18 November 2008. Saat mata tertuju ke papan mading….ada yang terlihat…semoga ini bisa kita renungkan dan ini cukup “menampar” saya, mungkin teman-teman dah tau kata-kata dari Umar bin khattab ra….

“Yang aku takutkan bukanlah sedikitnya jumlah pasukan. Bukan pula sedikitnya persenjataan. Yang lebih aku takutkan adalah kemaksiatan yang dilakukan oleh para da’i di jalan dakwah”
( Umar bin Khattab ra)

imagescardrx8r

sejenak muhasabah…

taubat2Allah berfirman:

“Wahai manusia…jangan engkau menjadi orang yang terlambat dalam bertaubat, membumbung angan-angan dan mengharap kenikmatan hidup di akhirat tanpa amal.

Berkata seperti ahli ibadah, beramal seperti orang munafik…

Jika diberi karunia tidak pernah mau menerima apa adanya. Jika tidak diberi tidak mau bersabar.

Mengajak berbuat baik pada orang lain tapi ia sendiri mengabaikannya. Mencegah orang lain agar tidak berbuat nista, sementara ia sendiri melakukannya.

Mencintai orang yang suka berbuat baik, namun ia sendiri tidak termasuk di dalamnya. Membenci orang yang bersikap hipokrit, padahal ia termasuk di dalamnya.

Baca lebih lanjut